Ternate — Tenda-tenda di Bumi Perkemahan ASTAKA, Sofifi, boleh dibongkar, seiring aktivitas perkemahan pun telah berakhir, namun, semangat kepemimpinan, persaudaraan, dan pembentukan karakter yang tumbuh selama empat hari diharapkan terus menyala dalam diri para pelajar Maluku Utara, Rabu (14/10/2026).
Kemah Generasi Berkarakter OSIS SMA/SMK/SLB se-Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 resmi berakhir pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung sejak 9 Oktober 2026 itu bukan sekadar perkemahan, melainkan ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk membangun karakter, mengasah kepemimpinan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Provinsi Maluku Utara.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe turut hadir dalam rangkaian kegiatan. Kemah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Abubakar, serta jajaran pejabat struktural dan fungsional.
Selama empat hari, para peserta dari berbagai kabupaten dan kota mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Melalui interaksi antarpeserta, kegiatan kelompok, serta pengalaman hidup bersama di lingkungan perkemahan, para pelajar memperoleh kesempatan untuk belajar memahami perbedaan, membangun persahabatan, dan mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim.
Salah satu pesan penting dalam penutupan kegiatan adalah lahirnya Angkatan Virya Jiva, sebuah identitas yang diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan karakter dan jiwa kepemimpinan.
Ketua Panitia, Hasanudin Ali, S.IP., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menuntaskan rangkaian Kemah Generasi Berkarakter OSIS Tahun 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan daerah, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para pendamping, koordinator kontingen, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Atas nama seluruh panitia, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian Kemah Generasi Berkarakter OSIS Tahun 2026. Selamat menjadi bagian dari Angkatan Virya Jiva.
“Kami berharap nama ini tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga menjadi semangat untuk terus membangun karakter, mengembangkan kepemimpinan, dan memberikan kontribusi positif bagi Maluku Utara,” ujar Hasanudin.
Menurutnya, berakhirnya kegiatan di lokasi perkemahan tidak boleh menjadi alasan bagi para peserta untuk berhenti belajar dan mengembangkan diri. Sebaliknya, pengalaman yang diperoleh selama kegiatan harus menjadi bekal untuk menjalankan peran sebagai pelajar sekaligus calon pemimpin masa depan.
Nilai-nilai yang dipelajari selama perkemahan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Sebagai pengurus OSIS, para peserta juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi teman-temannya, membangun budaya disiplin, menjaga persatuan, serta mendorong berbagai kegiatan positif di sekolah masing-masing.
Di balik suksesnya penyelenggaraan kegiatan perdana tersebut, Hasanudin juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kemah, baik dalam pelayanan, pengaturan teknis, maupun hal-hal lain yang dirasakan peserta dan pendamping.
Ia mengakui bahwa sebagai kegiatan kemah OSIS yang pertama kali diselenggarakan, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pada masa mendatang.
“Kami menyadari bahwa sebagai pelaksanaan kemah OSIS yang pertama kali diselenggarakan, tentu masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Kami memohon maaf kepada seluruh peserta, pendamping, dan kontingen apabila selama kegiatan terdapat kekurangan.
“Seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya dapat berjalan lebih baik,” tambahnya.
Hasanudin menegaskan, kritik dan saran dari peserta maupun pendamping merupakan bagian penting dalam proses evaluasi.
Masukan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memperbaiki tata kelola kegiatan, meningkatkan pelayanan, serta menyempurnakan berbagai kebutuhan teknis dalam penyelenggaraan kemah berikutnya.
Dengan evaluasi yang berkelanjutan, kegiatan pembinaan karakter dan kepemimpinan pelajar diharapkan dapat berlangsung semakin baik dan memberikan manfaat lebih luas bagi sekolah-sekolah di Maluku Utara.
Dari ASTAKA untuk Maluku Utara
Kemah Generasi Berkarakter OSIS SMA/SMK/SLB se-Maluku Utara Tahun 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan para pelajar dari berbagai daerah dalam satu ruang kebersamaan.
Perbedaan asal sekolah, kabupaten, dan kota bukan menjadi penghalang untuk membangun persaudaraan. Sebaliknya, keberagaman menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap Provinsi Maluku Utara.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pembinaan karakter sebagai bagian dari pendidikan. Kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengatur organisasi atau berbicara di depan umum, tetapi juga menyangkut kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi para peserta ketika kembali menjalankan aktivitas di sekolah dan masyarakat. Tenda-tenda boleh dibongkar. Perlengkapan perkemahan boleh dikemas. Para peserta pun kembali ke kabupaten dan kota masing-masing.
Namun, semangat yang tumbuh selama empat hari di ASTAKA diharapkan tidak ikut berakhir bersama penutupan kegiatan.
Angkatan Virya Jiva membawa harapan agar pengalaman perkemahan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjadi pelajar yang disiplin, pengurus OSIS yang bertanggung jawab, hingga generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan masa depan daerahnya.
Dari ASTAKA untuk Maluku Utara, pesan yang dibawa pulang bukan hanya kenangan tentang perkemahan, tetapi juga tekad untuk terus bertumbuh dan memberikan manfaat bagi sesama.
Sebab, pemimpin masa depan tidak hanya dibentuk melalui kata-kata, tetapi melalui karakter yang kuat, keberanian untuk bertindak, kepedulian terhadap sesama, dan kesediaan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Kemah boleh berakhir, tetapi perjalanan Angkatan Virya Jiva dalam membangun karakter dan menyiapkan masa depan Maluku Utara baru saja dimulai. (Barak)















