Terkait Penyaluran KUR, Ini Penjelasan Kepala Cabang BRI Maluku Utara

TERNATE — Manajemen BRI Cabang Ternate memberikan penjelasan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Maluku Utara, termasuk pertanyaan mengenai kuota penyaluran hingga akhir tahun serta isu dugaan pungutan liar (pungli) yang disebut terjadi dalam proses penyaluran KUR.

Hal itu disampaikan Manajemen BRI Cabang Ternate, saat di temui awak media di ruang kerjanya, di Kelurahan Gamalama Kecamatan Ternate Tengah, Rabu (07/10/2026).

M. Rizal Jainuddin, Manajer Umum Cabang BRI Ternate, yang didampingi Hendra, Manajer Operasional Support, menyampaikan bahwa penyaluran KUR untuk tahun berjalan pada prinsipnya mengikuti ketentuan dan kuota yang ditetapkan oleh kantor pusat.

Menurut Rizal, secara ketentuan program KUR tahun ini berlangsung hingga Desember. Namun, realisasi penyalurannya sangat bergantung pada ketersediaan kuota yang diberikan dan diperbarui oleh kantor pusat.

“Kalau terkait dengan penyaluran, untuk tahun ini memang berakhir di Desember. Tapi kita nanti mengikuti update kuota dari kantor pusat,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pengalaman penyaluran KUR pada tahun-tahun sebelumnya, kuota biasanya telah terserap sebelum memasuki akhir Desember. Bahkan, penyaluran dapat berakhir pada awal November atau akhir Oktober apabila kuota yang tersedia telah habis.

“Kalau kita lihat secara history di tahun-tahun sebelumnya, itu tidak sampai Desember biasanya sudah habis. Biasanya di November awal atau bisa jadi juga di akhir Oktober sudah selesai,” ujarnya.

Meski demikian, Rizal menegaskan bahwa kemungkinan adanya tambahan kuota belum dapat dipastikan. Informasi tersebut sepenuhnya menunggu keputusan dan pembaruan dari kantor pusat.

“Kalau pun nanti misalkan ada penambahan kuota, kita belum tahu karena itu semua dari kantor pusat. Yang jelas kantor pusat nanti pasti akan ada komunikasi dengan pengelola terkait,” katanya.

Pihak BRI Ternate juga belum memberikan angka terbaru mengenai besaran penyaluran KUR maupun portofolio dan tingkat kolektibilitas.

Rizal juga menjelaskan, data tersebut masih menunggu pembaruan karena saat ini masih memasuki awal bulan.

Selain itu, informasi terkait angka penyaluran dan kolektibilitas merupakan bagian yang biasanya dipublikasikan melalui jajaran kantor pusat maupun kantor wilayah.

“Saya mohon maaf karena terkait dengan itu saya belum ada update-an. Kalau pun ada, biasanya nanti akan dipublikasikan langsung dari kantor pusat ke wilayah-wilayah dengan unit kerja masing-masing- masing,” tutupnya.(Barak)