TERNATE – Anggota DPRD Kota Ternate dari Partai Gerindra, Tasman Balak, menyuarakan aspirasi masyarakat Kecamatan Batang Dua terkait kerusakan infrastruktur pasca gempa bumi, seperti keterbatasan transportasi laut, hingga pemerataan program bantuan bedah rumah.
Aspirasi tersebut disampaikan Tasman dalam forum diklat pendidikan politik yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Maluku Utara di Sofifi. Kegiatan itu dihadiri pengurus pusat partai serta tamu undangan dari berbagai daerah, Rabu (21/10/2026).
Di kesempatan tersebut, Tasman menegaskan bahwa masyarakat Batang Dua sebagai wilayah kepulauan masih membutuhkan perhatian serius pemerintah, terutama dalam pemulihan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
Menurutnya, Maluku Utara merupakan provinsi dengan wilayah kepulauan yang luas, sehingga pembangunan harus memperhatikan kebutuhan masyarakat di pulau-pulau kecil, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan akses dan jarak dari pusat pemerintahan.
Tasman menyebut Batang Dua sebagai wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan membutuhkan perhatian lebih dalam pembangunan.
Infrastruktur Pascagempa Belum Tuntas Tasman mengungkapkan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang terjadi pada 2 April 2026 berdampak terhadap kondisi infrastruktur di wilayah Batang Dua.
Meski bantuan awal telah diberikan, Ia menilai masih terdapat kerusakan infrastruktur yang membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga saat ini.
“Kami di Batang Dua sangat membutuhkan keadilan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang rusak akibat gempa. Ini bukan karena ulah manusia, melainkan akibat bencana alam,” ungkap Tasman dalam forum Diklat tersebut.
Ia menyoroti sejumlah kebutuhan masyarakat, di antaranya jaringan internet, fasilitas rumah ibadah, serta sarana transportasi laut yang menghubungkan Batang Dua dengan wilayah lainnya.
Menurut Tasman, ketersediaan transportasi laut, khususnya kapal feri, menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat kepulauan. Keterbatasan layanan transportasi dinilai dapat memengaruhi mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, meminta agar persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat dan diteruskan kepada Presiden.
“Mohon kiranya dalam pembicaraan dengan Bapak Presiden, persoalan masyarakat Batang Dua ini dapat disampaikan, terutama terkait infrastruktur yang rusak akibat gempa dan kebutuhan transportasi laut,” ujarnya.
Selain persoalan infrastruktur, Tasman turut menyoroti pelaksanaan program bedah rumah yang disebutnya sebagai program nasional Presiden.
Ia mengingatkan agar program tersebut tidak dijadikan klaim politik oleh pihak tertentu, melainkan dilaksanakan sesuai tujuan awal, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni.
Menurutnya, pendataan calon penerima bantuan harus dilakukan secara objektif, transparan, dan adil tanpa mengutamakan kepentingan kelompok atau partai politik tertentu.
“Program bedah rumah ini adalah program nasional Bapak Presiden. Karena itu, dalam pendataan harus adil. Tidak boleh ada perlakuan istimewa atau memprioritaskan kelompok tertentu,” tegasnya.
Tasman berharap program nasional tersebut benar-benar menyentuh masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan, termasuk warga di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan akses dan kondisi ekonomi.
Ia juga mengingatkan bahwa program pemerintah merupakan kebijakan untuk kepentingan masyarakat luas, sehingga pelaksanaan dan penyalurannya harus mengedepankan asas keadilan.
Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau
Tasman menegaskan, masyarakat Batang Dua berhak mendapatkan perhatian pembangunan yang setara dengan wilayah lainnya di Kota Ternate maupun Maluku Utara.
Baginya, kondisi geografis wilayah kepulauan tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang layak, infrastruktur yang memadai, dan akses terhadap program bantuan pemerintah.
Anghota DPRD itu berharap aspirasi yang disampaikan dalam forum pendidikan politik Partai Gerindra tersebut dapat diteruskan kepada pengurus pusat dan pemerintah, sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat Batang Dua mendapat solusi konkret.
Tasman juga meminta agar pemulihan infrastruktur pascagempa dan pemerataan program bedah rumah menjadi perhatian serius demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian dan keadilan bagi masyarakat Batang Dua, terutama dalam penyelesaian infrastruktur pascagempa dan penyaluran program nasional agar benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (Barak)















