JAKARTA — Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 Tahun 2026 menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Maluku Utara, untuk memperluas promosi produk, meningkatkan daya saing, serta membuka akses pasar nasional hingga internasional.
Melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku Utara, sejumlah produk unggulan daerah mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian kegiatan ISEF 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (16/10/2026)
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF tahun ini menjadi wadah penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah, pengembangan industri halal, serta perluasan jejaring bisnis bagi pelaku usaha daerah.
Partisipasi UMKM Maluku Utara mencakup sektor makanan halal, produk olahan rempah, cokelat, hingga fesyen muslim yang mengedepankan kreativitas dan prinsip keberlanjutan.
Dalam sektor halal food, KPwBI Maluku Utara menghadirkan produk cokelat Sulamina dari PT Bumi Enterprises melalui kegiatan GEMA HALAL–Halal Mart dan JAWARA EKSPOR.
Produk tersebut ditampilkan dalam kegiatan promosi produk halal unggulan yang telah melalui proses kurasi dan dinilai memiliki potensi untuk menembus pasar ekspor.
Selain itu, dua UMKM unggulan Maluku Utara yang telah lolos kurasi sebagai anggota IKRA tahun 2026, yakni Kagounga dan Ne Gam Macahaya, turut berpartisipasi dalam Exhibition Halal Food Business-to-Consumer (B2C).
Ne Gam Macahaya memperkenalkan produk olahan teh yang dipadukan dengan rempah-rempah khas Ternate. Sementara itu, Kagounga membawa produk andalannya berupa popeda instan, makanan khas Maluku Utara yang dikembangkan dalam bentuk praktis agar lebih mudah dinikmati masyarakat.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal kepada pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat identitas produk daerah dalam industri halal.
Kagounga Masuk 10 Besar UMKM IKRA
Salah satu capaian yang menonjol dalam partisipasi Maluku Utara pada ISEF 2026 adalah keberhasilan Kagounga masuk dalam 10 besar UMKM IKRA setelah melalui proses seleksi oleh Islamic Chef & Culinary of Indonesia (ICCI).
Pencapaian tersebut mengantarkan Kagounga mengikuti kompetisi Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada kategori Produk UMKM IKRA.
Dalam kompetisi itu, Kagounga mempresentasikan produknya melalui video dan pemaparan langsung di hadapan lebih dari 10 juri internasional dari berbagai negara.
Selain mengikuti kompetisi, Kagounga juga dijadwalkan menjadi narasumber dalam talkshow IN2HCC bertajuk “Optimalisasi Produk dan Pasar Kuliner Halal Berbasis Inovasi”.
Kesempatan tersebut menjadi ruang bagi Kagounga untuk memperkenalkan inovasi popeda instan sekaligus menunjukkan potensi produk pangan khas Maluku Utara dalam pengembangan industri kuliner halal.
Keikutsertaan ini juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk memperoleh pengalaman, memperluas jaringan, dan meningkatkan kesiapan produk dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin luas.
Tidak hanya sektor makanan halal, KPwBI Maluku Utara juga mendorong promosi produk fesyen lokal melalui partisipasi Putadino Kayangan dalam booth exhibition IN2MOTIONFEST x JMFW.
Putadino Kayangan menghadirkan karya penenun Kota Tidore Kepulauan dengan mengangkat pemanfaatan limbah alam serta prinsip keberlanjutan dalam pengembangan produk fesyen.
Menariknya, Putadino Kayangan juga terpilih menampilkan karya unggulannya dalam Parade Fashion Show IN2MOTIONFEST x JMFW.
Partisipasi tersebut memberikan kesempatan untuk memperluas eksposur produk, menjangkau pasar yang lebih luas, serta membangun kemitraan strategis melalui kegiatan Business Matching IN2MOTIONFEST x JMFW.
Keterlibatan produk fesyen berbasis tenun lokal ini memperlihatkan bahwa kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Maluku Utara memiliki peluang untuk berkembang dalam industri fesyen yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.
Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah
Selain memfasilitasi promosi UMKM, KPwBI Provinsi Maluku Utara turut berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan dan penguatan kemandirian ekonomi pesantren.
Partisipasi tersebut melibatkan Dewan Pimpinan Wilayah Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Maluku Utara dan perwakilan Pesantren Digital Maluku Utara dalam kegiatan Silaturahmi Pesantren dan Forum Bisnis Pesantren.
Kehadiran delegasi diharapkan dapat memperluas jejaring kemitraan, mendorong kolaborasi antarpesantren, serta membuka peluang pengembangan usaha pesantren yang berkelanjutan.
KPwBI Maluku Utara juga bersinergi dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Maluku Utara dalam Forum Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Pusat dan Daerah guna memperkuat koordinasi serta kolaborasi pengembangan ekonomi syariah di tingkat daerah.
Secara nasional, ISEF 2026 turut menjadi momentum bagi Bank Indonesia meluncurkan tiga program unggulan, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan Indeks Penerapan Prinsip Utama Zakat 2.0 atau Zakat Core Principles (ZCP), serta program beasiswa internasional melalui pemanfaatan dana sosial syariah.
Ketiga program tersebut diarahkan untuk memperkuat integritas pasar keuangan syariah, meningkatkan tata kelola zakat, dan mendukung pengembangan sumber daya manusia.
ISEF ke-13 Tahun 2026 resmi dibuka pada 14 Oktober 2026 oleh Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Dradjad Hari Wibowo di Jakarta International Convention Center.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, partisipasi UMKM Maluku Utara diharapkan dapat memperkuat posisi produk unggulan daerah dalam ekosistem industri halal nasional dan internasional.
Kehadiran cokelat Sulamina, teh rempah Ne Gam Macahaya, popeda instan Kagounga, serta karya fesyen Putadino Kayangan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi daerah melalui inovasi, kualitas produk, dan pengembangan pasar.
ISEF 2026 berlangsung sebagai salah satu ruang kolaborasi untuk mendorong UMKM daerah semakin berkembang, memperluas kemitraan, serta meningkatkan daya saing agar produk lokal Maluku Utara memiliki kesempatan lebih besar menembus pasar global.(red/rls)















