Terbaik! 45 Kader Ternate Siap Jadi Ujung Tombak Gerindra

TERNATE — Ketua DPC Partai Gerindra Kota Ternate, Jamian Kolengsusu, menyebut pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai Gerindra yang berlangsung pada 18–20 Oktober 2026 di Sofifi, Maluku Utara, berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta, saat di temui Jurnalone.id, di kantor DPC, Kamis (22/10/2026).

Menurut Jamian, DPC Partai Gerindra Kota Ternate menjadi salah satu daerah dengan jumlah peserta terbanyak dalam kegiatan tersebut, yakni sekitar 45 orang. Antusiasme peserta dinilai menunjukkan semangat kader dalam memperkuat kapasitas diri serta memahami nilai-nilai perjuangan partai.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar. Kota Ternate sangat merespons kegiatan ini. Peserta dari DPC Kota Ternate kurang lebih 45 orang, dan mereka sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian diklat selama tiga hari,” ujar Jamian.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah materi yang disampaikan oleh pemateri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra. Materi yang diberikan dinilai memberikan pemahaman baru kepada para kader, terutama terkait kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Jamian mengatakan, setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, para peserta menyampaikan respons positif terhadap materi maupun proses pembinaan yang diberikan.

“Mereka merasa bangga karena mendapatkan kesempatan untuk memperluas wawasan serta memperkuat komitmen dalam menjalankan peran sebagai kader partai,” ucapnya.

Menurutnya, diklat pendidikan Politik dan pelatihan kader merupakan bagian penting dari proses kaderisasi Partai Gerindra. Melalui kegiatan tersebut, para kader diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai organisasi, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Banyak hal penting yang menjadi poin dalam kegiatan ini, terutama berkaitan dengan kaderisasi. Kami melihat peserta sangat antusias, bangga, dan senang mengikuti materi yang disampaikan oleh DPP,” ungkapnya.

Selain materi pendidikan politik dan pembinaan kader, Jamian turut menyoroti salah satu hal yang berbeda dalam pelaksanaan diklat kali ini, yakni pelaksanaan malam perenungan yang tidak menggunakan api unggun konvensional.

Ia menjelaskan, dalam tradisi kegiatan pendidikan dan pelatihan, api unggun kerap menjadi bagian dari rangkaian malam perenungan. Namun, panitia memilih mengganti penggunaan kayu bakar dengan lampu pijar sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi lingkungan.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan situasi polusi udara akibat kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah. Panitia menilai penggunaan api unggun berpotensi menambah asap dan memperburuk kualitas udara.

Karena itu, penggunaan lampu pijar dipilih sebagai alternatif untuk tetap menghadirkan suasana malam perenungan tanpa harus membakar kayu.

“Biasanya setelah kegiatan malam, ada tradisi api unggun dan berbagai rangkaian lainnya. Namun, kami melihat situasi dan kondisi saat ini, terutama persoalan polusi udara akibat kebakaran di mana-mana. Karena itu, api unggun kami ganti dengan lampu pijar elektronik,” jelas Jamian.

Ia menilai langkah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian panitia terhadap kondisi lingkungan. Menurutnya, kegiatan kaderisasi tidak hanya berorientasi pada penguatan organisasi, tetapi juga perlu memperhatikan situasi alam dan dampak kegiatan terhadap lingkungan sekitar.

Jamian berharap pendekatan tersebut dapat menjadi contoh bahwa kegiatan organisasi tetap bisa berlangsung dengan baik melalui penyesuaian yang mempertimbangkan aspek lingkungan.

Lebih lanjut, Jamian berharap pelaksanaan Diklat Laskar Partai Gerindra dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kedisiplinan, semangat kebersamaan, serta kesiapan menghadapi dinamika politik ke depan dan harapan menjadi unjung tobak partai.

Ia menegaskan, kaderisasi menjadi salah satu fondasi penting bagi partai dalam memperkuat struktur organisasi dan memperluas peran di tengah masyarakat.

Para peserta yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyampaikan aspirasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menjalankan tugas-tugas organisasi sesuai dengan nilai dan arah perjuangan Partai Gerindra.

“Harapan kami, melalui diklat ini, para kader dapat menjadi ujung tombak Partai Gerindra di tengah masyarakat. Mereka harus mampu membawa semangat kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai kader,” tutupnya.(Barak)