SOSIAL  

Setelah Hilang 25 Hari, Nelayan Asal Pulau Batang Dua Ditemukan Selamat di Samudra Pasifik

TERNATE – Kabar menggembirakan datang dari operasi pencarian seorang nelayan asal Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara. Setelah dinyatakan hilang selama 25 hari akibat terseret arus saat melaut, Esau Sidemo (57) akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di perairan Samudra Pasifik.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa pada, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIT, Command Center Kantor SAR Ternate menerima informasi dari Anggota DPRD Daerah Pemilihan Batang Dua bahwa korban telah ditemukan oleh kapal kargo LNG Endeavour berbendera Prancis yang sedang melintas di Samudra Pasifik.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Command Center SAR Ternate segera menghubungi pihak keluarga korban di Pulau Batang Dua dan memperoleh nomor kontak awak kapal yang melakukan penyelamatan.

Setelah berkoordinasi dengan pihak kapal, diketahui bahwa korban pertama kali ditemukan secara visual oleh salah seorang awak kapal pada 1 Agustus 2026 pukul 17.23 waktu setempat (GMT+9), di koordinat 07°33.5′ LU / 138°59.7′ BT.

Menurut laporan awak kapal, perahu kecil yang digunakan korban tidak terdeteksi oleh radar maupun peralatan navigasi kapal. Korban berhasil ditemukan berkat kejelian salah seorang kru yang melihat keberadaannya di tengah lautan.

Setelah memastikan keberadaan korban, kapal segera mengubah haluan menuju lokasi. Saat proses penyelamatan berlangsung, korban sempat melompat ke laut sehingga awak kapal langsung melemparkan pelampung penyelamat yang berhasil diraih korban.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke atas kapal menggunakan gangway dalam kondisi lemah. Tim medis kapal segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke rumah sakit kapal untuk mendapatkan perawatan berdasarkan konsultasi medis jarak jauh dengan dokter di Prancis.

Setelah kondisi kesehatannya berangsur membaik, korban ditempatkan di salah satu kabin kapal untuk menjalani masa pemulihan hingga dapat diserahkan kepada pihak berwenang.

Saat ini, kapal LNG Endeavour tengah berlayar menuju Yangshan LNG Terminal, Shanghai, China, dengan estimasi tiba pada 7–8 Agustus 2026.

Basarnas melalui Command Center telah meminta pihak kapal agar berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai guna memfasilitasi proses pemulangan korban ke Indonesia.

“Korban saat ini masih berada di atas kapal dan terus dipantau kesehatannya oleh tim medis kapal,” ujar Iwan Ramdani.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada nahkoda beserta seluruh awak kapal LNG Endeavour atas tindakan cepat dan kepedulian mereka yang telah menyelamatkan serta merawat korban dengan baik.

Basarnas Ternate memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi Esau Sidemo hingga proses pemulangannya ke Indonesia dan penyerahan kepada keluarga di Pulau Batang Dua.

Berikut data korban, Nama Esau Sidemo (57) tahun, jenis kelamin Laki-laki Alamat Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara.