HALUT – Dinas Pendustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Halmahera Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka memeriahkan arah pembangunan industri berdasarkan potensi masing masing wilayah untuk periode 2026-2045.
Rancangan Rencana Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) Halmahera Utara di gelar diruangan Fredy Tjandua Kantor Bupati Halmahera Utara, Kamis (10/9/26).
Dalam Rencana Rancanangan Pembangunan Industri Kabupaten (RPIK) meliputi kawasan Kao – Malifut sebagaibkawasan Industri Pertambangan, Tobelo pada pengembangan sektor Jasa, Galela berbasis Pertanian, untuk Loloda pengembangan Perikanan terpadu.
Sementara yang terlibat dalam giat FGD tersebut yaitu Akademisi, OPD terkait, pelaku usaha serta pemangku kepentingan lainnya.
E.J Papilaya, Sekda Halmahera Utara menyampaikan bahwa ini adalah bagian penting agar industri berjalan tanpa arah dan tetap menyusaikan karakter serta potensi ekonomi setiap wilayah.
“Industri tidak boleh jalan sendiri, sesuaikan potensi dengan potensi daerah dan harus berikan ruang bagi UMKM. Harus didorong pada sektor pariwisata, perikanan, perdagangan dan jasa, agar dapat nilai tambahan untuk masyarakat,” ujarnya.
RPIK akan di bangun melalui lima strategi utama selain pembagian wilayah, yaitu percepatan hilirisasi komoditas unggulan, penguatan konektivitas logistik dan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia industri, penguatan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis inovasi serta digitalisasi dan penerapan industri hijau yang berwawasan lingkungan.
Sekda E.J Papilaya pertegas lagi, harus terintegrasi dalam penyusunan RPIK, dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah lain.
“Agar tetap dapat di pertamggungjawabkan dalam pelaksanaan, maka dari awal dokumen yang dihasilkan bukan hanya rencana diatas kertas tapi dari aspek pengawasan dan audit tetap di perhatikan,” tegasnya.
Kadis Perindag Halut Nyote Koenoe sampaikan bahwa akan di terjemahkan dalam program bagi lima strategi tersebut, roadmap, rencana aksi, indikator kinerja hingga kebutuhan pendanaan, dan ini jelasnya ada ajuan untuk 2026-2045.
Pemerintah Daerah juga menargetkan arah industri yang potensi lokal. “Selain itu mendorong pertumbuhan UMKM dan IKM, tingkatkan nilai komiditas unggulan, buka peluang bagi investor untuk membuka lapangan kerja, untuk memperkuat daerah secara berkelanjutan dengan pertumbuhan ekonomi. (Jefry)



















