TERNATE — Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Ternate, dr. Muhammad Sagaf, M.Kes, menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk mendorong sejumlah program prioritas selama periode kepengurusan hingga 2029.
Ini disampaikan Muhammad Sagaf usai pelantikan pengurus IDI Maluku Utara di Bela Hotel, Ternate, Minggu (20) 09/2026 ).
Menurutnya, program kerja yang disusun akan melanjutkan berbagai program yang sebelumnya telah berjalan, sekaligus menentukan prioritas baru yang dapat dituntaskan dalam jangka pendek maupun menengah.
“Dalam tiga tahun periode ini, mungkin kita bisa menuntaskan program-program prioritas. Sebelumnya sudah ada beberapa program yang terlaksana, sehingga kami akan mendorong mana yang menjadi program prioritas, baik jangka pendek maupun jangka menengah,” ujarnya.
Ia mengatakan, IDI tidak hanya berfokus pada kepentingan organisasi profesi, tetapi juga ingin berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Karena itu, IDI Cabang Ternate akan memperkuat sinergi dengan Dinas Kesehatan untuk memetakan berbagai persoalan kesehatan secara lebih menyeluruh.
Pembahasan tersebut, kata Sagaf, akan mencakup kondisi pelayanan kesehatan, karakteristik pola penyakit, ketersediaan dan kebutuhan sumber daya kesehatan, hingga pelayanan kesehatan ibu dan anak.
“Kami berharap IDI bisa hadir bersama Dinas Kesehatan sebagai salah satu organisasi profesi. Kita bisa melihat dari sisi pelayanan, karakteristik pola penyakit, sumber daya kesehatan, maupun pelayanan kesehatan ibu dan anak,” jelasnya.
Hasil pemetaan tersebut nantinya akan diselaraskan dengan program pembangunan pemerintah daerah yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Menurut Sagaf, langkah tersebut penting agar program yang didorong IDI tidak berjalan sendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.
“Kami akan mencocokkan semua itu dengan Dinas Kesehatan untuk melihat persoalan-persoalan yang tidak lepas dari apa yang sudah tertuang dalam RPJMD, sehingga bisa menjadi produk unggulan pemerintah. Mungkin ada dorongan dari kami, IDI, ke depan,” pungkasnya. (Barak)



















