HALUT – Keharmonisan masyarakat merupakan tanggungjawab bersama sama yang harus di jaga keamanan dan ketertibannya.
Di tengah dinamika yang berkembang di wilayah lingkar tambang PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Lembaga Adat Empat Sangaji secara sukarela mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun pihak-pihak yang dapat memicu keresahan.
Imbauan yang disampaikan sebagai bagian dari komitmen para pemangku adat dalam menjaga marwah dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para leluhur. Bagi Lembaga Adat Empat Sangaji, setiap persoalan yang berkembang di wilayah adat perlu disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan komunikasi, musyawarah, serta penyelesaian secara damai agar tidak berdampak pada keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Pengurus Adat Pagu, Yerni Betek, mengatakan lembaga adat memiliki tanggung jawab untuk menjadi payung pelindung bagi seluruh masyarakat. Karena itu, setiap persoalan yang berkembang perlu dikaji dan diselesaikan secara bijaksana dengan mempertimbangkan kepentingan bersama.
Dalam menyikapi setiap dinamika dan persoalan yang berkembang di wilayah adat, komitmen utama kami adalah memastikan setiap masalah dikaji, dianalisa, dan dipecahkan secara bijaksana demi menemukan jalan keluar yang adil dan tidak merugikan salah satu pihak.
“Kami ingin memastikan seluruh masyarakat merasakan keamanan, kenyamanan, serta hidup bebas tanpa tekanan situasi apa pun,” ungkap Yerni.
Sementara itu, Sangaji Modole, Habel Tukang mengingatkan bahwa kehidupan masyarakat adat selama ini berpegang pada nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun, yakni Odora, Opaliara, Oleliane, dan Oadil.
Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam menjaga hubungan antar masyarakat sekaligus ketertiban di wilayah adat.
“Kami meminta dengan sangat agar tidak ada aktor baik di dalam maupun di luar yang mencoba mengintervensi atau mengadu domba lembaga adat dengan pihak lainnya,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat perlu tetap menjaga persatuan dan tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya memperkeruh suasana.
Setiap kepentingan yang muncul, sebaiknya disampaikan melalui jalur komunikasi yang baik dengan tetap menghormati tatanan adat.
Hal senada disampaikan Sangaji Boeng, Niklas Kotjoba yang mengajak seluruh pihak untuk menghormati marwah lembaga adat dan menjaga ketenangan di wilayah lingkar tambang. Ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk hidup aman dan nyaman di tanah adatnya.
“Kami meminta pihak manapun untuk selalu menghormati marwah lembaga adat kami dan tidak saling mengadu domba. Jangan membuat keonaran di seputar wilayah Lingkar Tambang.
Sebagai kepala suku, kami akan selalu berdiri di depan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap aman,” tegasnya.
Sangaji Towiliko Naser Langgar, meminta seluruh pihak untuk menghindari tindakan maupun gerakan provokatif yang berpotensi mengganggu ketenteraman masyarakat.
“Kami mengimbau kepada pihak mana pun untuk tidak melakukan gerakan provokatif yang memicu keonaran di wilayah Lingkar Tambang. Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama yang selalu kami upayakan,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehormatan adat dan memastikan wilayah tersebut tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga.
“Sejarah dan cerita luhur dari orang tua-tua kami telah menggariskan bahwa hubungan kebersamaan dan kesatuan kami selaku Empat Suku adalah ikatan yang kuat dan tidak bisa saling melepaskan,” jelasnya.
Bagi Lembaga Adat Empat Sangaji, menjaga situasi yang aman dan kondusif bukan hanya penting bagi ketenteraman masyarakat, tetapi juga bagi keberlangsungan berbagai aktivitassosial dan ekonomi yang telah berjalan di wilayah lingkar tambang.
Karena itu, masyarakat diajak untuk memberikan ruang bagi setiap pihak untuk menjalankan aktivitasnya secara tertib sesuai ketentuan yang berlaku.
Imbauan tersebut juga menjadi bagian dari semangat bersama untuk menjaga suasana yang kondusif di tengah proses pemulihan aktivitas operasional PT Nusa Halmahera Minerals (NHM).
Lembaga adat berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik, sementara masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas dan kehidupannya dengan aman dan nyaman.
“Melalui sikap tersebut, Lembaga Empat Adat Lingkar Tambang menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan masyarakat,” tegasnya.
Seluruh elemen masyarakat dan pihak luar diharapkan menghormati tatanan adat, mengedepankan komunikasi serta penyelesaian secara damai, sehingga wilayah lingkar tambang tetap menjadi ruang hidup yang aman, harmonis, dan kondusif bagi semua. (Jefry)



















