Kemenag Ajak Jamaah Haji Menjadi Agen Perubahan di Lingkungan Masyarakat

TERNATE – Kepulangan jamaah haji asal Maluku Utara yang tergabung dalam Kloter 13 dan Kloter 15 disambut dengan rasa syukur oleh pemerintah dan Kementerian Agama.
Seluruh jamaah dilaporkan telah tiba dengan selamat di Kota Ternate dan kembali ke rumah masing-masing setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Muhammad Zabirr Wahid, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemulangan jamaah hingga ke daerah asal mereka. Saat di hubungi melalui Handpone ( HP), Minggu ( 13/06/2026 ).

“Alhamdulillah, jamaah haji Kloter 13 dan Kloter 15 sampai sore tadi seluruhnya sudah berada di Ternate dan telah kembali ke rumah masing-masing,” ujar Zabir.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tidak hanya diukur dari selesainya seluruh rangkaian ritual di Makkah dan Madinah, tetapi juga dari bagaimana nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.

Ia berharap seluruh jamaah haji Maluku Utara dapat terus menjaga kesehatan serta mempertahankan kemabruran haji yang telah diraih. Hal tersebut penting agar para jamaah mampu menjalankan peran sebagai panutan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Kami berharap, baik dari pemerintah daerah maupun Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, agar jamaah haji senantiasa menjaga kesehatan dan menjaga kemabruran hajinya. Semoga apa yang telah diperoleh selama menjalankan ibadah haji dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Zabira menjelaskan bahwa pengalaman spiritual yang didapatkan selama berada di Makkah dan Madinah merupakan bekal berharga yang harus terus dipelihara.

Nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang dipelajari selama ibadah haji diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

Menurutnya, para jamaah haji memiliki posisi yang istimewa di tengah masyarakat. Karena itu, perilaku dan tindakan mereka setelah kembali dari Tanah Suci akan menjadi perhatian sekaligus contoh bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kami, apa yang didapatkan selama berada di Makkah dan Madinah bisa menjadi pelajaran penting bagi seluruh jamaah.

Nilai-nilai tersebut hendaknya dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehingga jamaah haji dapat menjadi teladan yang baik di lingkungan tempat tinggalnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak berhenti saat jamaah meninggalkan Tanah Suci. Sebaliknya, kemabruran tersebut harus terus dijaga melalui peningkatan ibadah, akhlak yang baik, serta kontribusi positif bagi masyarakat.

Kementerian Agama Maluku Utara juga mengajak keluarga dan masyarakat untuk turut mendukung para jamaah dalam menjaga semangat ibadah yang telah terbentuk selama menjalankan haji.

Dengan dukungan lingkungan yang baik, para jamaah diharapkan mampu mempertahankan nilai-nilai spiritual yang diperoleh dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sosial.

Kepulangan jamaah haji tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Maluku Utara untuk mengambil hikmah dari perjalanan spiritual para tamu Allah tersebut.

Kehadiran jamaah haji yang kembali dengan pengalaman dan pembelajaran dari Tanah Suci diharapkan dapat memberikan dampak positif, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta meningkatkan semangat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dengan selesainya proses pemulangan jamaah Kloter 13 dan Kloter 15, pemerintah daerah bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara, berharap seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta mampu mempertahankan predikat haji mabrur, sehingga menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat luas. (Barak)