TERNATE – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Maluku Utara difokuskan untuk memperkuat hilirisasi sektor perikanan dan perkebunan agar komoditas unggulan daerah memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Menko Pangan saat membuka Seminar Nasional KDKMP di Ternate, Rabu (5/8). Setelah Jakarta dan Sulawesi Selatan, Maluku Utara menjadi provinsi ketiga penyelenggara seminar nasional sebagai bagian dari percepatan implementasi KDKMP sesuai karakteristik ekonomi daerah.
“Maluku Utara memiliki potensi besar di sektor perikanan dan perkebunan. Jangan hanya menjual bahan mentah. Koperasi harus menjadi penggerak hilirisasi agar hasil laut dan perkebunan diolah, dipasarkan, dan memberikan nilai tambah yang dinikmati masyarakat desa,” ujar Zulkifli Hasan.
Menurutnya, komoditas seperti tuna, cakalang, kelapa, pala, dan cengkeh harus menjadi basis pengembangan usaha koperasi. KDKMP diharapkan berperan sebagai off-taker sekaligus penghubung petani, pekebun, nelayan, industri, dan pasar sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan pendapatan masyarakat meningkat.
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga terus memperkuat ekonomi pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
“Hingga saat ini telah terbangun enam KNMP, sementara 12 lokasi baru dinyatakan siap dibangun setelah melalui proses verifikasi,” ujarnya.
Secara nasional, percepatan pembangunan fisik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus menunjukkan kemajuan. Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 35.857 titik telah memiliki lahan yang siap dibangun. Dari jumlah tersebut, 15.910 titik masih dalam proses pembangunan, sementara 19.491 titik telah rampung atau selesai 100 persen.
Pemerintah menargetkan sinergi KDKMP dan KNMP mampu memperkuat hilirisasi hasil perikanan dan perkebunan, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.(red/rls)



















