TERNATE — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, menegaskan bahwa Fort Oranje memiliki nilai strategis dalam memperkuat semangat pelestarian sejarah dan kebudayaan Indonesia.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Open Ceremony Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII 2026 di Fort Oranje, Kota Ternate, Rabu (26/08/2026).
Rizal mengatakan, Fort Oranje dipilih sebagai lokasi pembukaan karena merupakan salah satu situs bersejarah dan cagar budaya yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan sejarah Ternate.
Menurutnya, keberadaan Fort Oranje bukan hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ruang kreativitas dan kolaborasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Benteng ini punya banyak cerita sejarah tentang Ternate, yang kemudian pada hari ini menjadi venue acara pembukaan Rakernas,” ujar Rizal.
Rizal menjelaskan, terdapat tiga elemen penting yang menjadi kekuatan Fort Oranje, yakni ruang, komunitas, dan kreativitas. Ketiga elemen tersebut, kata Rizal, menjadi satu kesatuan yang dapat menghidupkan kembali kawasan bersejarah melalui berbagai aktivitas komunitas dan kreativitas generasi muda.
“Ini menjadi hub kreatif bagi teman-teman komunitas. Kekuatan dari benteng ini adalah bagaimana ruang yang tercipta, ide yang ada, kemudian kreativitas yang dilahirkan oleh teman-teman generasi muda menjadi satu wadah untuk kolaborasi dan sinergi,” jelasnya.
Rizal berharap momentum Rakernas JKPI 2026 dapat menjadi ruang bagi para kepala daerah untuk bertukar gagasan terkait upaya pelestarian pusaka, budaya, dan sejarah di masing-masing daerah.
Dari 79 kepala daerah yang tergabung dalam JKPI, lebih dari 40 kepala daerah telah terkonfirmasi hadir. Selain itu, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Belanda, termasuk attaché kebudayaan.
“Dari total 79 kepala daerah yang masuk dalam keanggotaan JKPI, yang sudah terkonfirmasi itu ada kurang lebih 40 sekian,” ungkapnya.
Rizal menyebut, sebagian besar kepala daerah dan delegasi lainnya dijadwalkan tiba di Ternate pada Kamis pagi. Namun beberapa kepala daerah telah tiba lebih awal, sementara sejumlah lainnya baru akan hadir pada hari berikutnya.
Adapun kepala daerah yang berhalangan hadir akan diwakili oleh wakil kepala daerah, sekretaris daerah, maupun kepala dinas yang membidangi kebudayaan dan pariwisata.
Dia menambahkan, pertemuan JKPI di Ternate diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan langkah konkret dalam menjaga warisan budaya Indonesia.
Ia berharap Fort Oranje dapat menjadi simbol semangat bersama seluruh anggota JKPI untuk terus menghidupkan nilai sejarah dan kebudayaan di tengah perkembangan zaman.
“Kiranya Fort Oranje ini menjadi spirit bersama untuk bangkit bersama di antara anggota JKPI untuk kita bercerita tentang pelestarian kebudayaan di Indonesia,” pungkasnya. (Barak)



















