Dukung Ketahanan Pangan, NHM Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Teknologi di Kao Barat

HALUT – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus mengambil bagian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan pertanian modern berbasis teknologi di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) Tahap I kepada Kelompok Tani Rizki Tani untuk pengembangan tanaman padi seluas 10 hektare. Penyerahan berlangsung pada Selasa (4/8) di Desa Soahukum, Kecamatan Kao Barat.

Program yang dikembangkan melalui Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) ini dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi petani, mulai dari keterbatasan modal dan tenaga kerja hingga serangan hama dan penyakit.

Model pertanian tersebut mengedepankan mekanisasi dan penerapan teknologi budidaya, termasuk sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) dengan jarak tanam rapat, pengelolaan unsur hara, irigasi, serta pengendalian gulma secara lebih intensif.

Lahan seluas 10 hektare yang dikembangkan berada dalam satu hamparan dan mencakup wilayah administratif Desa Soahukum dan Desa Makarti. Lahan tersebut telah dikelola kelompok tani untuk pengembangan komoditas padi.

Melalui penerapan PM-AAS, NHM menargetkan peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi usaha tani. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap tenaga kerja manual serta meningkatkan hasil produksi petani.

Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen NHM dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi sektor pertanian.

“Kami berharap PM-AAS dapat menjadi model pertanian berbasis teknologi yang produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani, sekaligus mendukung ketahanan pangan di Halmahera Utara dan Maluku Utara,” ujarnya.

Program PM-AAS menargetkan produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare. Untuk mendukung pencapaian target tersebut, pelaksanaan program dilengkapi dengan pendampingan dan monitoring melalui kerja sama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan teknologi pertanian berjalan sesuai petunjuk teknis serta memberikan hasil optimal bagi kelompok tani.

Ketua Kelompok Tani Rizki Tani, Hadi Sugito, mengapresiasi dukungan yang diberikan NHM. Menurutnya, bantuan tersebut semakin meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan produksi.

“Dengan adanya bantuan ini, kami semakin bersemangat mengelola lahan pertanian dan meningkatkan hasil produksi. Terima kasih banyak untuk NHM dan Presiden Direktur NHM Bapak Haji Robert Nitiyudo Wachjo.

Kami berharap dukungan dan pendampingan dapat terus berlanjut agar kemampuan serta kemandirian kelompok tani semakin meningkat,” ujarnya.

Melalui pengembangan PM-AAS, NHM berharap Kecamatan Kao Barat dapat tumbuh sebagai salah satu sentra produksi padi berkualitas di Halmahera Utara.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Halmahera Utara dan Provinsi Maluku Utara. (Jefry)