Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BI dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
KKI 2026 mengangkat semangat “Beudaya Meusare-Sare” dari Aceh yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama, dengan tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.”
Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan UMKM ke depan harus berfokus pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.
“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.
Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Saat ini terdapat sekitar 64 juta pelaku UMKM yang menyerap 97 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional.
KKI 2026 melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Pameran secara luring diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
UMKM Maluku Utara Ikut Ambil Bagian
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Maluku Utara turut berpartisipasi dengan menghadirkan UMKM binaan, yakni Putadino Kayangan dan UMKM Rapidino untuk melakukan showcasing serta penjualan produk secara langsung. Selain itu, Cokelat Sulamina turut meramaikan pameran produk makanan dan minuman olahan.
Sebanyak 11 UMKM binaan KPwBI Maluku Utara lainnya juga mengikuti pameran secara daring dengan menampilkan produk unggulan masing-masing.
Di Maluku Utara, hampir 194 ribu UMKM tersebar di seluruh kabupaten/kota dan menyerap lebih dari 41 persen tenaga kerja. “Karena itu, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ucap Handi Susila.
KPwBI Maluku Utara terus mendorong pengembangan UMKM melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi.
KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow, business matching pembiayaan dan ekspor, showcase UMKM, promosi pariwisata, hingga berbagai kegiatan kreatif.
Beragam produk UMKM hasil kurasi ditampilkan, mulai dari wastra, fesyen, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga produk desa wisata.
Melalui KKI 2026, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk mencintai, menggunakan, dan bangga terhadap produk UMKM Indonesia. “Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM terus berkembang, naik kelas, memperluas pasar, serta menjadi kekuatan penting bagi perekonomian nasional,” jelanya.(red)



















