TERNATE – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) akan menjadi ujung tombak penyaluran berbagai program bantuan pemerintah agar lebih tepat sasaran sekaligus membuka lapangan kerja di desa.
Hal itu disampaikan Zulkifli Hasanpada pada Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Perikanan Bastion Ternate, Rabu (05/08/2026). Kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta organisasi perangkat desa.
Menurut Zulkifli, berbagai bantuan pemerintah seperti beras, minyak goreng, Program Keluarga Harapan (PKH), pupuk bersubsidi, gas LPG, hingga bantuan sosial lainnya akan disalurkan melalui koperasi desa.
“Seluruh barang subsidi dan bantuan pemerintah nantinya disalurkan melalui koperasi. Dengan begitu, penyaluran bantuan bisa lebih terdata dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selama ini masih terdapat sekitar 70 persen penyaluran bantuan yang dinilai belum tepat sasaran. Karena itu, kehadiran Kopdes di setiap desa diharapkan mampu menjadi pusat pelayanan sekaligus tempat masyarakat menyampaikan keluhan apabila terjadi ketidaksesuaian dalam penerimaan bantuan.
Selain berfungsi sebagai penyalur bantuan, Kopdes juga akan menjadi operator berbagai layanan pemerintah di desa, termasuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan yang selama ini sulit dijangkau.
Zulkifli juga membantah berbagai informasi yang menyebut pemerintah akan memonopoli usaha warung melalui pembentukan koperasi desa. Menurutnya, isu tersebut merupakan disinformasi dan fitnah yang tidak sesuai dengan tujuan program.
“Kami tidak memonopoli warung. Informasi yang beredar itu adalah disinformasi dan fitnah. Tujuan pemerintah justru memperkuat ekonomi desa melalui koperasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, pembentukan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja di pedesaan. Setiap koperasi diproyeksikan mampu menyerap puluhan tenaga kerja lokal sebagai karyawan maupun pengelola usaha.
Selain itu, koperasi juga akan mendukung pengembangan usaha produktif desa, termasuk budidaya perikanan dan sektor ekonomi lainnya yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kita ingin menciptakan lapangan kerja di desa. Banyak lulusan sekolah yang belum mendapatkan pekerjaan. Melalui koperasi desa, mereka memiliki kesempatan bekerja dan mengembangkan potensi ekonomi di daerahnya,” pungkas Zulkifli Hasan. (Barak)



















