Dinkes Malut Genjot Imunisasi Ribuan Anak Sekolah di Ternate

TERNATE – Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) serta surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kota Ternate, Rabu (29/07/2026).

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, Muhammad Isa Yaudah, dalam pertemuan koordinasi bersama para pemangku kepentingan terkait pelaksanaan BIAS dan surveilans KIPI di Kota Ternate.

Isa mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak-anak usia sekolah, sekaligus memperkuat pemahaman para guru dan pihak terkait mengenai pentingnya imunisasi.

“Tujuan daripada kegiatan ini yaitu kita mau meningkatkan imunisasi pada anak sekolah. Bulan Agustus sudah mulai pelaksanaannya, sehingga kita mengundang para guru dan lintas sektor terkait untuk memberikan sosialisasi sekaligus melakukan evaluasi,” ujar Isa.

Menurutnya, capaian imunisasi BIAS di Kota Ternate masih tergolong rendah. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, cakupan imunisasi baru mencapai sekitar 39 persen.

Karena itu, melalui koordinasi dan sosialisasi yang dilakukan, Dinkes Malut berharap terjadi peningkatan capaian imunisasi sehingga ribuan anak sekolah di Kota Ternate dapat memperoleh imunisasi sesuai sasaran.

“Harapan kita setelah pertemuan ini ada peningkatan capaian. Anak-anak kita yang jumlahnya kurang lebih tiga ribuan lebih itu bisa terimunisasi,” jelasnya.

Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah unsur, di antaranya kepala sekolah di Kota Ternate, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, pengelola program imunisasi dari puskesmas, media, serta tokoh agama.

Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat, terutama dalam menjawab kekhawatiran sebagian orang tua terhadap imunisasi dan vaksin.

Isa mengungkapkan, meskipun kegiatan koordinasi dan sosialisasi telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, masih ditemukan kekhawatiran dari sejumlah orang tua. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan yang perlu ditangani melalui pemberian informasi yang benar dan mudah dipahami.

“Masih banyak orang tua yang khawatir. Makanya kita menyampaikan informasi ini kepada para guru agar mereka mengetahui pentingnya imunisasi dan bisa memberikan edukasi. Dari kesehatan juga akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, imunisasi merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah munculnya penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), seperti polio, campak, difteri, tetanus, dan pertusis.

Dinkes Malut berharap melalui peningkatan cakupan imunisasi serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, tokoh agama, media, dan masyarakat, penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tersebut tidak kembali menjadi ancaman bagi anak-anak di Kota Ternate.

“Harapannya ke depan tidak terjadi lagi penyakit yang menyebabkan kejadian luar biasa seperti polio, campak, difteri, tetanus, dan pertusis. Penyakit-penyakit ini kita harapkan sudah tidak ada lagi di Kota Ternate,” pungkasnya. (Barak)