Perkuat Program Presiden, Sudaryono Lantik Gubernur Sherly Jadi Ketua HKTI Maluku Utara

TERNATE – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang juga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, melantik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Maluku Utara.

Pengukuhan Gubernur Sherly Tjoanda dan pengurus dilakukan langsung oleh Sudaryono, berlangsung pada, Senin (21/9/2026) di Bela Hotel Ternate, yang turut dihadiri seluruh Bupati dan Wali Kota se-Maluku Utara yang juga mayoritas menjadi ketua DPC HKTI kabupaten kota.

Ketua Umum HKTI Sudaryono menyampaikan, hadirnya HKTI ini diharapkan mampu memperkuat sinergi program nasional ke daerah. Ini diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mampu menjaga ketahan pangan di tengah masyarakat secara luas.

Sudaryono yang juga Kepala BGN itu menyampaikan, sektor pertanian dan pangan saat ini menjadi prioritras program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Saat ini tidak hanya HKTI dan pemda saja, namun upaya Presiden Prabowo dalam memperkuat kehatan pangan hingga turut melibatkan TNI, Polri, hingga pihak Kejaksaan dalam mendukung program ketahan pangan Indonesia.

“Program pangan dan pertanian ini adalah fokus dan prioritasnya Presiden Prabowo, tentunya dengan prangkat HKTI, bahkan bukan hanya dinas saja namun juga melibatkan aparat TNI, Polri, dan Jaksa. Kita ingin himpunan ambil pranan yang besar ikut menjembatani petani-petani yang besar di seluruh Indonesia,” ucap Sudaryono.

Apalagi kata Kepala BGN, Maluku Utara memiliki potensi sumberdaya alam komplek, seperti cingke, pala, kepala yang melimpah yang tidak dimiliki banyak negara, untuk itu diharapkan HKTI Maluku Utara mempu mendorong dan membawa perbuhan besar bagi petani sehingga harapan Presiden Prabawo untuk perkuat ketahan pangan Indonesi benar-benar menyetuh masyarakat.

“Khususnya di Maluku Utara ini potensinya sangat besar dan cukup unik, artinya tidak punya banyak negara yang memiliki sebanyak ini, seperti cingke, pala, kelapa ini tidak semua negara memiliki. Sehingga ini seiring dengan program pemeritah pusat, kita dorong agar benar-benar agar bermanfaat bagi petani kita di seluruh Indonesia ini,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sherly Tjoanda, juga selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Maluku Utara, menyampaikan posisi perekonomian Maluku Utara saat ini tertinggi namun menurutnya sektor lain perlu dikembangkan seperti pada pertanian dan industri pertanian.

Apalagi dalam 100 hari kerjanya bersama pengurus DPD HKTI Maluku Utara yang baru akan fokus pada sejumlah sejumlah sektor pertanian seperti infustri pengolaham kelapa, tanaman hortikltura serta menungkatkan infratruktur penunjang pertanian seperti jalan tani maupun jatingan irigasi.

“Fokus kelapa, cingke, pala, dan hortikultura. Kita belum punya angka spesifik kita mulai pendata petani, luas lahan, mendata komunitas apa saja dan apa masalahnya nantinya kita akan cari Solusi satu-persatu sehingga menjadi skala prioritas,” ujarnya.

HKTI Maluku Utara akan berkomitmen mendorong program nasional ke daerah, salah satunya jalan tani menjadi prioritas termasuk bupati dan wali kota akan turut serta didorong guna membuka ruang bagi petani lebih maju.

“Setelah kita punya data baru kita punya solusi dengan kabupaten dan kota. Jalan tani menjadi prioritas kami dan ini sudah kami sampaikan kepada Ketua Umum HKTI bagaimana program pusat daerah provinsi, kabupaten, dan kota sama-sama membatu jalan tani untuk petani di Maluku Utara,” jelasnya. (red)