TERNATE, JURNALONE.id – Kekerasan bukan saja dilakukan oleh kalangan orang dewasa hingga reja, namun juga sering terjadi dikalagan perguruan tinggi hingga pelajar.
Di Ternate, Provinsi Maluku Utara, beredar video yang merekam aksi seorang siswa perempuan Sekokah Dasar (SD) di Kota Ternate, Ia menendang dan menginjak – menginjak temannya sendiri di dalam ruangan kelas hingga video itu viral dimedia sosial.
Dari rekaman video itu, terdegar jelas suara siswa (pelaku) meminta korban menujukan jawaban yang ada didalam buka pelajaranya, namun korban tidak mau memberita sehingga pelaku melakukan aksi kekerasan terhdap temannya sendiri.
Pelaku seorang siswa perempuan itu terlihat naik keatas meja dimana korban sedang duduk langsung menendang dan menginjak korban pada bagian kepala hingga berkali-kali. Korban hanya bisa menutupi wajanya dengan telapan tagannya.
Tampak dalam rekam video itu aksi pelaku tidak sendiri, sejumlah temannya yang berada disekitar pelaku dan ikut menekan korban. Video viral ini terjadi di Sekolah Dasar (SD) di kota Ternate, yang terletak di Kelurahan Kasturian, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.
Badaria Dania, selaku Kepala Sekolah SD Islamiah 3 membenarkan kejadian itu terjadi, menurutnya kejadian tersebuat terjadi pada saat jam istrahan belajar sehingga semua guru kelas tidak berada dilam kelas dan terjadi aksi kekerasan itu.
“ Benar kejadian itu terjadi pada pukul 09.30 WIT pada saat jam istrahat, anak-anak setelah istrah kembali ke kelas dan kejadian itu terjadi dan saat itu wali kelas juga tidak berada di dalam kelas,” Kata Badaria Kepada BTV, Jumat (18/11/2022).
Selain tidak menggetahui siswa mereka yang melakukan aksi kekerasan sesama teman kelas itu, pihak sekolah juga telah memanggil orang tua korban dan orang tua pelaku untuk dimitau keterangan.
“ Kami dewan guru memang tidak nanti pada hari, Kamis (17/11) baru kami tau setelah video itu diberikan dari pihak orang tua korban. Jadi adanya kunci jawaban korban tidak kasi sama sehingga dia pukul. Orang tua korban sudah datang ke sini dan kami sudah panggil orang tua dari pelaku, namun mereka sudah saling ketumu dan minta maaf, tapi belum saling mengiklaskan, sehingga pihak sekolah akan menemu kembali orang tua korban,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Pendidikan Dasar Kecamatan Ternate Utara, Oni Logah mengatakan, sangat menyangkan aksi kekerasan yang dilakukan siswa. Untuk itu diharapkan pihak Kepala sekolah dan guru agar benar-benar memberikan pengawasan terhadap siswa selama berada di sekolah.
Selain pihak sekolah, Ia menminta kepada para orang tua agar membatasi para anak-nanak mereka yang masih duduk di bangku SD mengunakan henpone yang berelebihan, karena siswa bisa meniru adegan dari aplikasi yang tak pantas melelui henpone.
“ Saya sering turun kesekolah, saya minta kepada kepala sekolah dan guru agar mengontrol para siswa sehingga tidak terjadi seperti ini. selain itu para orang, supaya anak-anak itu jang memberikan leluawa mengunakan henpone kalau bukan untuk belajar. Karena mereka menonton dengan bebas mereka bisa meniru hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.(red/SMG)














