TERNATE – Pemerintah Kota Ternate mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memberikan ruang lebih luas bagi produk lokal agar mampu bersaing dan tampil di etalase utama pusat-pusat perbelanjaan modern.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman dalam sambutannya pada pelaksanaan Festival Salawaku 2026 di Benteng Oranje Ternate, Jumat (6/11/2026).
Atas nama Pemerintah Kota Ternate, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara atas komitmen dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program penguatan UMKM, pengembangan industri kreatif, perluasan digitalisasi sistem pembayaran, serta penguatan sektor budaya dan pariwisata.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur maupun capaian angka-angka ekonomi.
Lebih dari itu, pembangunan harus mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan secara langsung.
Di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis, setiap daerah dituntut mampu menggali potensi lokal melalui kreativitas, inovasi, dan penciptaan nilai tambah.
“Ternate memiliki modal besar berupa kekayaan sejarah, budaya, tradisi, kuliner, hingga keindahan alam. Warisan Kesultanan Ternate dan sejarah rempah-rempah merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga sekaligus dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi,” ucapnya.
Salah satu perhatian Wali Kota adalah masih perlunya ruang promosi yang lebih besar bagi produk-produk UMKM lokal, terutama di gerai ritel modern yang terus berkembang di Kota Ternate.
Ia berharap Wakil Gubernur Maluku Utara bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia dapat mendorong kebijakan yang memberikan kesempatan lebih luas kepada produk UMKM untuk dipasarkan di pusat-pusat perdagangan.
Bahkan, dirinya menekankan agar produk lokal tidak sekadar ditempatkan di bagian belakang atau sudut gerai, tetapi harus memperoleh posisi strategis di bagian depan sehingga mudah dilihat dan dijangkau konsumen.
“Minimal produk UMKM kita tidak berada di belakang. Harus berada di depan, sehingga ketika orang datang dan melihat etalase, produk-produk UMKM Kota Ternate juga terlihat,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi peluang penting bagi Ternate sebagai kota jasa. Kehadiran produk lokal di gerai modern bukan hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperluas pengenalan identitas dan keunggulan daerah kepada masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
Selain penguatan UMKM, Wali Kota juga menyoroti pentingnya peran komunitas seni, generasi muda, dan pelaku industri kreatif dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Mereka dinilai bukan hanya sebagai pelaku usaha, melainkan juga pencipta inovasi, pembuka lapangan pekerjaan, serta bagian penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Ternate.
Ia menyebutkan, pelaksanaan Festival Salawaku 2026 di Benteng Fort Rotterdam menjadi bagian dari upaya menghidupkan kawasan cagar budaya melalui berbagai aktivitas kreatif.
Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan Benteng Oranje sebagai creative hub atau pusat kegiatan kreatif. Kawasan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi tumbuhnya komunitas, aktivitas seni, budaya, serta berbagai kegiatan daerah maupun nasional.
“Pengembangan kawasan cagar budaya tidak cukup hanya dengan menjaga bangunan dan nilai sejarahnya, tetapi juga harus menghadirkan aktivitas yang membuat kawasan tersebut hidup, menarik, dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Melalui Festival Salawaku 2026, Pemerintah Kota Ternate berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku UMKM, komunitas seni, dan generasi muda semakin kuat.
“Dengan demikian, kekayaan sejarah, budaya, dan kreativitas lokal tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Ternate,” tutupnya.(red)















