Menaker Beri Kulia Umum di PT IWIP Tekankan Budaya K3

HALTENG – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., memberikan kuliah umum kepada ratusan karyawan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Senin (2/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menaker menekankan pentingnya membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang berorientasi pada manusia serta menjadi tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan industri IWIP, Weda Bay, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, itu turut dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si., Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, serta jajaran manajemen perusahaan.

Dalam pemaparannya, Yassierli menegaskan bahwa penerapan K3 di lingkungan industri harus mengalami perubahan paradigma. Menurutnya, keselamatan kerja tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian angka nihil kecelakaan, apalagi menjadikan pekerja sebagai pihak yang selalu disalahkan ketika terjadi insiden.

Ia mendorong pendekatan people-centric safety, yakni sistem keselamatan kerja yang menempatkan manusia sebagai pusat perhatian sekaligus bagian penting dari solusi.

“Manusia adalah solusi. Fokus pada hubungan dan keadilan, kepercayaan dan pembelajaran meningkat, keamanan psikologis yang tinggi, hingga budaya berani bersuara yang tumbuh secara intrinsik,” jelas Yassierli.

Menaker juga mengingatkan bahwa kecelakaan kerja tidak bisa semata-mata dilihat sebagai akibat kesalahan individu atau human error. Sebab, faktor sistem kerja, lingkungan, serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi risiko turut menentukan tingkat keselamatan pekerja.

Karena itu, ia mendorong perusahaan membangun Error Tolerant Organization, yaitu organisasi dengan sistem kerja tangguh yang mampu mengantisipasi kesalahan, mencegah risiko, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Kesalahan manusia tidak terelakkan dalam sistem yang tidak andal, karena itulah perbaikan sistem secara berkelanjutan sangat penting,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa kematangan budaya keselamatan kerja berkembang melalui empat tahapan, yakni Reactive, Dependent, Independent, hingga Interdependent.

Pada tahap tertinggi, keselamatan tidak lagi sekadar menjadi tanggung jawab masing-masing pekerja, melainkan tumbuh sebagai kepedulian bersama untuk saling menjaga dan mengingatkan satu sama lain.

“Untuk mewujudkan budaya keselamatan yang matang dan berkelanjutan, perusahaan harus meninggalkan budaya menyalahkan dan memperkuat sistem kerja secara menyeluruh,” tegasnya.

Materi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Arif, salah satu karyawan Business Unit of Ferronickel, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan kerja.

Menurutnya, selama ini kecelakaan kerja lebih banyak dipahami sebagai akibat kesalahan manusia. Namun, melalui penjelasan Menaker, ia menyadari bahwa sistem dan lingkungan kerja juga memiliki peran besar dalam mencegah terjadinya kecelakaan.

“Bukan hanya pekerja yang harus berhati-hati, tetapi perusahaan juga perlu memastikan sistem kerja mampu mencegah terjadinya kecelakaan. Kita juga harus saling mengingatkan dan peduli terhadap keselamatan rekan kerja,” ungkap Arif.

Sementara itu, Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Ketenagakerjaan di kawasan industri IWIP yang telah menjadi tempat bekerja bagi lebih dari seratus ribu pekerja.

Kevin menegaskan, IWIP memiliki visi untuk mengutamakan pengelolaan sumber daya manusia yang unggul serta menerapkan praktik industri berdasarkan standar tinggi, termasuk prinsip dan standar K3 secara ketat dan konsisten.

“Hal ini termasuk pelaksanaan prinsip-prinsip dan standar K3 yang ketat dan konsisten. Kami terus berupaya untuk dapat mempraktikkan hal tersebut serta secara konsisten bergerak dari memahami K3 secara prosedural menuju K3 sebagai budaya,” tegas Kevin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menaker atas perhatian dan arahan yang diberikan. Menurutnya, masukan tersebut menjadi motivasi bagi IWIP untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan kerja agar semakin aman, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui kuliah umum ini, IWIP berharap kesadaran mengenai pentingnya budaya K3 semakin mengakar di seluruh lingkungan perusahaan.

Sebab, keselamatan kerja bukan hanya tentang kepatuhan terhadap aturan dan prosedur, tetapi juga menyangkut kesadaran, kepedulian, serta tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap pekerja dapat bekerja dengan aman dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat.(red)