HALMAHERA UTARA – Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) oleh 50 siswa di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 32 Halmahera Utara telah dimulai dan di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Utara Heydiane Hoata, Jumat (15/8/25).
Kepala Dinas Sosial Halmahera Utara Heydiane Hoata, menyampaikan bahwa Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan umum yang diterapkan diseluruh sekolah dengan tujuan agar siswa dapat mengenal lingkungan sekolahnya, serta seluruh guru dan teman-teman sekolahnya.
Sebagai pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Sosial Kabupaten Halmahera menyampaikan terima kasih kepada presiden Prabowo karena Halmahera Utara terpilih juga sebagai program pendidikan Sekolah Rakyat urutan ke 32.
Dia mengatakan, tentunya bersyukur bahwa Presiden Prabowo melalui Kementerian Sosial, memilih Halmahera Utara sebagai salah satu daerah yang menjadi Program Sekolah Rakyat.
“Ini karena kerja keras dari Bupati Piet Hein Babua dan wakil Bupati Kasman Hi.Ahmad yang selalu aktif dalam melakukan konsolidasi dan kolaborasi dengan Pemerintah Pusat sehingga Halmahera Utara terpilih menjadi salah satu program sekolah rakyat,” ucapnya.
Heydiane juga mengatakan bahwa Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama yang diinisiasi oleh Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Sosial, untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
” Program ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua anak untuk mendapatkan pendidikan, tanpa memandang latar belakang ekonomi,” ucap Kadis Sosial Halut.
Dia juga berharap, siswa-siswi yang berada di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 32 Halmahera Utara, ini kedepannya dapat mencapai cita-cita yang diinginkannya.
“Dinas Sosial akan selalu melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan di Sekolah Rakyat ini,” ujarnya.
Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI, Mas Kahono Agung Suhartoyo menyampaikan, siswa-siswi Sekolah Rakyat adalah Siswa-siswi yang dipilih oleh negara.
“Saya berharap, 50 siswa-siswi yang ada di sekolah rakyat Halmahera Utara ini dapat belajar dengan nyaman. Saya ditugaskan Mentri sosial untuk memastikan sekolah rakyat Halmahera Utara ini dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, Agung Suhartoyo juga mengatakan bahwa kedepan akan dibuka juga sekolah menengah atas serta sekolah Dasar, dan semua fasilitas akan ditanggung oleh negara.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Elvis Awa saat diwawancarai, ia menyampaikan bahwa kegiatan MPLS Siswa-siswi tersebut selama 2 Minggu.
“Hari ini secara Nasional dan serentak digelar pembukaan kegiatan MPLS untuk seluruh Sekolah Rakyat, dan untuk kegiatan ini selama 2 Minggu, namun kita akan lihat lagi untuk meninjau kembali,” kata Alvis.
Ia juga mengatakan bahwa untuk proses belajarnya memang sama dengan sekolah lain pada umumnya, namun kurikulum regulernya agak beda dari sekolah umum lainnya.
Sekolah Rakyat Menerapkan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan personal, termasuk sistem multi-entry dan multi-exit, serta pemanfaatan teknologi LMS.
Untuk proses belajar Siswa-siswi Sekolah Rakyat menggunakan laptop saat belajar.
Sebagai kepala Sekolah, saya akan selalu memastikan dan bekerjasama dengan guru untuk memberikan yang terbaik kepada siswa-siswi tersebut.
“Karena kegiatan ini merupakan kegiatan baru, baik dari siswa maupun dari tenaga pengajarnya, maka kita akan lebih banyak melakukan penyesuaian terhadap lingkungan sekolah rakyat ini,” katanya.
” Sekolah Rakyat juga menyediakan fasilitas asrama gratis dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan siswanya, termasuk penguatan karakter dan keterampilan hidup, selain kurikulum formal,” tuturnya. ( Jefry )














