TERNATE – Dinas Pendidikan Kota Ternate melaksanakan kegiatan verifikasi dan validasi daya tampung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang berlangsung di aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Ternate, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan sekolah dalam menghadapi proses penerimaan murid baru tahun ajaran 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muhlis, menyampaikan bahwa kegiatan verifikasi dan validasi ini dilakukan lebih awal agar pada saat proses penerimaan siswa baru dimulai, seluruh data sudah tersedia secara lengkap dan akurat.
Muhlis menjelaskan bahwa verifikasi dan validasi ini berkaitan langsung dengan daya tampung setiap sekolah, sehingga pihak dinas dapat mengetahui jumlah sekolah serta kapasitas penerimaan siswa di masing-masing satuan pendidikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut hanya berlangsung selama satu hari dan fokus pada pengecekan data terkait kapasitas penerimaan siswa di sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP.
“Verifikasi dan validasi ini kita lakukan lebih awal supaya nanti pada saat bulan penerimaan siswa baru kita tidak lagi kaku, karena data yang kita miliki sudah lengkap dan akurat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan ini pihak dinas dapat melihat secara jelas sekolah-sekolah yang memiliki peminat tinggi, sehingga penentuan daya tampung dapat disesuaikan dengan regulasi terbaru yang berlaku.
Dengan adanya verifikasi dan validasi tersebut, diharapkan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Ternate dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan sesuai dengan kapasitas sekolah yang tersedia.
Selain itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muahmmad Kasim menambahkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tersebut merupakan bagian dari proses validasi daya tampung sekolah dalam rangka persiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa validasi dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah-sekolah di Kota Ternate, khususnya sekolah yang setiap tahun menjadi favorit bagi calon siswa.
“Kegiatan hari ini terkait validasi daya tampung dalam rangka persiapan penerimaan murid baru. Jadi kita memvalidasi data kesiapan sekolah-sekolah, terutama sekolah yang dari tahun ke tahun menjadi favorit, untuk mengetahui kira-kira berapa jumlah siswa baru yang bisa ditampung,” ujarnya.
Menurutnya, secara umum perkiraan jumlah daya tampung sudah ada, namun masih perlu difinalisasi melalui rapat bersama pihak sekolah. Hal tersebut juga berkaitan dengan penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) SPMB yang nantinya harus mendapatkan persetujuan dari pihak terkait.
“Secara kasar jumlahnya sudah ada, tetapi masih akan kita finalisasi karena harus dibahas bersama pihak sekolah. Ini juga menyangkut juknis SPMB yang nantinya akan mendapat persetujuan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam kegiatan validasi tersebut, beberapa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) diundang sebagai sampel. Sementara pada tahap pembahasan juknis nantinya akan melibatkan lebih banyak pihak.
“Untuk kegiatan hari ini baru beberapa sekolah SMP dan SD yang diundang sebagai sampel. Namun saat pembahasan juknis nanti akan diundang juga pihak lain, termasuk Ombudsman sebagai pengawasan serta unsur dewan guru, untuk memperkuat keterbukaan dalam mekanisme penerimaan murid baru,” tambahnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan validasi tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi dan berlangsung selama satu hari.
Sementara itu, sebelumnya Dinas Pendidikan Kota Ternate juga telah melakukan rapat internal dengan satuan pendidikan guna memetakan kebutuhan serta daya tampung sekolah.
“Kami telah menyiapkan data terkait jumlah lulusan SD yang akan melanjutkan ke SMP serta ketersediaan daya tampung di sekolah. Dari situ akan dipetakan risiko jika ada sekolah yang tidak mampu menampung seluruh siswa, sehingga bisa disiapkan sekolah alternatif. Hal ini juga membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya.(barak)



















