BKM Al Munawar Salurkan Bantuan Logistik Kepada Warga Korban Gempa Bumi di Batang Dua

TERNATE – Posko Umata Penanganan Bencana Gempa Bumi Ternate menerima bantuan logistik dari Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al-Munawar Ternate, Senin (6/4/2026).

Bantuan berupa beras dan Mie Instan langsung diserahkan kepada petugas posko.

Abdullah Kahar, Sekretaris Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al-Munawar menyampaikan, bantuan logistik yang disalurkan ini diharapkan dapat membantu warga yang terdampak, dan bantuan tersebut merupakan tahap awal.

“Kami dari BKM Al-Munawar, menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Kota Ternate ini berupa bantuan Beras dan Indomi, dan Pop Mi. Ini langkah awal nantinya kedepannya akan kami sampaikan,” ucapnya.

“Harapnnya semoga bantuan seadanya ini bisa sampai ke sodara-sodara kita yang ada di Bantang Dua sehingga meringankan beban me reka,” tambahnya.

Selain BKM AL-Munawar, PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Baabullah Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut), menyalurkan bantuan logistik kepada wraga yang terdampak gempa bumi magnitudo 7.6 di Kecamatan Pulau Bantang Dua, Kota Ternate.

Bantuan berupa Air Mineral dan Telur, untuk warga disalurkan melalui Posko Utama Penaganan Bencana Gempa Bumi di Eks Kantor Wali Kota Terante, pada Senin (6/4) pagi.

Bantuan langsung diterima oleh petugas posko kemudian akan disalurkan kepada warga.

Fiki Nafila, selaku Community Development Officer Aviation Fuel Terminal Babullah, menyampaikan bantuan logistik yang disalurkan diharpakan dapat membantu sauda-saudara yang saat ini terdampak gempa.

“Kami dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Babullah, memang kalau ada bencana ya prioroitas harus kita sesame saling membantu untuk warga terdampak, ini juga bagian progam sosial,” singkatnya.

Hingga hari ke-5, Pemeritah Kota Ternate melalu Posko Tanggab Darurat Bencana terus menyalurkan bantuan dan memberikan penanganan kepada warga yang saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Dampak gempa magnitude 7.6 yang mengguncang Ternate, sebanyak 1.966 jiwa mengungsi dan ratusan rumah warga, Rumah Ibadah, sekolah, dan kantor rusak.(red)