TERNATE – Pemerintah Kota Ternate resmi mengakhiri masa tanggap darurat bencana gempa bumi berkekuatan 7,6 yang melanda wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi yang digelar di posko penanggulangan bencana Eks Kantor Walikota menyusul laporan kondisi lapangan selama 14 hari masa tanggap darurat yang berlangsung sejak 2 April hingga 15 April 2026.
Rapat koordinasi juga sebelumnya dilaksanakan di posko lapangan Kantor Camat Pulau Batang Dua pada pagi hari. Berdasarkan hasil laporan tersebut, pemerintah menetapkan mulai 16 April 2026, status penanganan bencana beralih ke masa transisi darurat menuju pemulihan yang akan berlangsung selama 60 hari hingga 14 Juni 2026.
“Pada masa ini, pemerintah akan fokus pada upaya rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembersihan puing-puing bangunan serta percepatan pembangunan kembali fasilitas yang rusak, seperti rumah warga, sekolah, dan rumah ibadah,” ucap Rizal, Rabu (15/4/2026).
Rizal menegaskan, nantinya melalui surat keputusan yang dikeluarkan, akan dikoordinasikan ke Gubernur Sherly Tjoanda sehingga gubernur juga mendorong agar masa transisi ini menjadi dasar pengajuan bantuan ke Kementerian Perumahan Rakyat, khususnya untuk perbaikan sekitar 230 unit rumah warga yang terdampak gempa.
Sementara itu, Rizal menegaskan kondisi pengungsi dilaporkan mulai membaik. Sebagian besar warga di Kecamatan Bido dan Lelewi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, masih bertahan di sekitar rumah dengan menggunakan tenda darurat.
“Di wilayah Mayau, sebagian warga telah kembali, sementara lainnya masih bertahan di lokasi pengungsian yang berada di sekolah dasar dan menengah pertama. Adapun wilayah Pantai Sagu dan Kelurahan Tifure dilaporkan sudah relatif kondusif,” ujarnya.
Meski situasi mulai pulih, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi gempa susulan. Berdasarkan laporan BMKG, intensitas gempa diperkirakan akan terus menurun dalam dua hingga tiga minggu ke depan.
“Pada hari ini, tercatat sekitar tujuh kali gempa susulan dengan kekuatan relatif kecil. Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta mengutamakan keselamatan masyarakat selama masa pemulihan berlangsung,” jelasnya.(red)














