Luhut Pertegas Status Sofifi Kepada Gubernur AGK

Sofifi, Jurnalone.id – Pemerintah pusat melalui Kemenko Maritim dan Investasi mengadakan rapat zoom tentang percepatan pemerintahan di kota sofifi yang dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sementara pemerintah daerah dihadiri, Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, para pejabat esolon Kementerian PUPR, Kementerian ATR BPN, Kapolda Malut, Danrem Malut, Kajati Malut, Pemkot Tikep, Kanwil BPN Malut, OPD terkait Pemprov, Kepala Balai jalan dan jembatan Malut.

Rapat dipimpin oleh Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, pada Senin (22/08/22), Luhit  menyampikan mengatakan, status sofifi itu legal standing, artinya tidak ada perdebatan lagi tentang Sofifi sebagai ibukota propinsi sesuai UU Nomor 46 tahun 1999.

Sehingga saat ini yang menjadi kewajiban pemerintah daerah adalah mengisi pembangunan dan percepatan pemerintahan di kota Sofifi.

Diharapkan Gubernur Maluku Utara KH Abdul Gani Kasuba, didampingi kepala Bappeda Malut Salmin Janidi saat mengikuti zoom meeting bersama menkomarves di Jakarta.

Selain itu dalam diskusi dan tanya jawab menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain, pertama penugasan kepada kementerian PUPR untuk segera menyelesaikan berbagai proyek pemerintah bidang infrastruktur di kota Sofifi mengingat dua orang presiden yakni presiden SBY dan Presiden Jokowi pernah ke Sofifi melihat langsung kondisi daerah itu.

Kedua adalah penugasan kepada Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan keberadaan bandara loleo, pelabuhan laut Sofifi dan pelabuhan penyeberangan.

Luhutpun mengharapkan Kepada TNI, Polri dan instansi vertikal lainnya agar segera berkantor di Sofifi sebab dengan keberadaan perkantoran dan perumahan tentunya mempertegas pelayanan publik, mendorong perekonomian wilayah, penyediaan lapangan pekerjaan dan SDM.

Pemprov agar dapat menyiapkan lahan bagi pembangunan kantor instansi vertikal sehingga secara perlahan kota Sofifi menjadi lebih terang, Kementerian ATR BPN dan Pemprov agar segera menyelesaikan RTRW Propinsi untuk mempertegas Sofifi yang akan datang.

Terkait dengan infrastruktur transportasi Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Bandara Loleo pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Sofifi tetap berjalan dan terutama menyelesaikan masalah pembebasan lahan di Sofifi.(***)