TERNATE — Ardian Idhan resmi memenangkan Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD Partai Golkar Kota Ternate, setelah meraih 10 suara sah dari total 14 suara.
Kemenangan ini menandai babak baru kepemimpinan Golkar Ternate sekaligus menjadi momentum peralihan tongkat estafet dari Fuad Alhadi kepada pemimpin baru, Kamis (22/10/2026).
Keputusan tersebut ditetapkan melalui sidang Musda yang berlangsung di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara. Perolehan 10 suara sah memperlihatkan dukungan mayoritas peserta terhadap Ardian dalam forum pengambilan keputusan tertinggi partai di tingkat Kota Ternate.
Dukungan dari pimpinan kecamatan hingga organisasi dan lembaga sayap, menjadi bagian penting dalam proses pemilihan tersebut.
Hasil Musda ini sekaligus memberikan mandat kepada Ardian untuk melanjutkan konsolidasi dan memperkuat struktur organisasi Golkar di Kota Ternate.
Terpilihnya Ardian menjadi momentum pergantian kepemimpinan setelah Fuad Alhadi mengakhiri masa kepemimpinannya di DPD Partai Golkar Kota Ternate.

Pergantian tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan organisasi sekaligus membuka ruang bagi pembaruan dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Namun, pergantian ketua bukan sekadar perubahan figur di pucuk pimpinan.
Kepemimpinan baru juga dihadapkan pada tantangan untuk menjaga soliditas kader, merangkul seluruh elemen partai, serta melanjutkan program dan kerja organisasi yang telah dibangun sebelumnya.
Dengan mandat yang diperoleh melalui Musda, Ardian memiliki tanggung jawab besar untuk menyatukan kekuatan internal Golkar Ternate.
Menurut Ardian, konsolidasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi salah satu agenda penting guna memastikan struktur organisasi berjalan efektif dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.
Usai ditetapkan sebagai pemenang, Ardian menyatakan kesiapannya untuk membesarkan Partai Golkar dan mengibarkan bendera partai di seluruh wilayah Kota Ternate.
Baginya, dukungan yang diberikan dalam Musda merupakan amanah yang harus dijawab melalui kerja nyata, penguatan organisasi, serta upaya membangun kedekatan dengan masyarakat.
Ke depan, kepemimpinan Ardian akan diuji melalui kemampuannya menjaga persatuan kader dan memperkuat posisi Golkar di tengah persaingan politik lokal.
“Soliditas internal dan kerja organisasi yang terarah menjadi modal penting untuk mempertahankan eksistensi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai,” ucapnya.
Dengan beralihnya tongkat estafet dari Fuad Alhadi kepada Ardian Idhan, Golkar Kota Ternate kini memasuki fase kepemimpinan baru.
“Tantangan selanjutnya adalah memastikan regenerasi tersebut tidak berhenti pada pergantian ketua, tetapi menjadi langkah nyata untuk memperkuat organisasi dan memperluas pengabdian partai kepada masyarakat,” jelasnya. (Barak)















