TERNATE — Ketua demisioner Partai Golkar Kota Ternate, Foad Alhadi, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Ternate yang berlangsung lancar, meskipun sempat diwarnai dinamika dalam proses pembahasan, Rabu (22/10/2026).
Foad mengatakan, seluruh tahapan Musda dapat diselesaikan dengan baik berkat dukungan dan pengawalan berbagai pihak, termasuk para kandidat yang berkompetisi dalam pemilihan ketua.
“Alhamdulillah, Musda sudah berjalan lancar sesuai tahapan. Saya selaku penanggung jawab Musda sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengawal jalannya kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Foad, dinamika yang muncul selama pelaksanaan Musda merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan organisasi politik. Ia mengapresiasi sikap para kandidat dan seluruh pihak yang menerima hasil musyawarah, sehingga proses pergantian kepemimpinan dapat berjalan dengan baik.
Ia juga menyampaikan harapan kepada Ardian Idham yang terpilih sebagai Ketua Partai Golkar Kota Ternate agar mampu menjalankan seluruh komitmen yang telah disampaikan setelah terpilih.
Foad menegaskan, kepemimpinan baru harus menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus meningkatkan capaian politik Golkar pada pemilu mendatang.
Menurutnya, hasil Pemilu Legislatif 2024 menempatkan Partai Golkar Kota Ternate pada posisi kedua setelah Partai NasDem. Capaian tersebut menjadi modal penting yang perlu dipertahankan sekaligus ditingkatkan di bawah kepemimpinan yang baru.
“Harapan kami, apa yang menjadi komitmen ketua terpilih benar-benar bisa berjalan sesuai harapan. Minimal mempertahankan apa yang sudah ada, tetapi harus dimaksimalkan agar ke depan kita bisa mencapai hasil yang lebih baik,” katanya.
Bidik Peningkatan Kursi Legislatif
Foad mengungkapkan, Golkar Kota Ternate memiliki target untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. Jika sebelumnya partai tersebut berhasil meningkatkan jumlah kursi dari tiga menjadi empat, maka ke depan diharapkan dapat meraih lima hingga enam kursi.
Ia menilai, target tersebut membutuhkan kerja politik yang terencana, penguatan struktur organisasi, serta kemampuan kader untuk mendekatkan partai dengan masyarakat. Menurutnya, kemenangan dalam pemilu tidak hanya ditentukan oleh kekuatan organisasi, tetapi juga oleh kepercayaan rakyat terhadap partai dan para kader yang diusung.
Karena itu, dirinya berharap kepengurusan baru dapat bekerja lebih maksimal, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta memperkuat soliditas internal partai agar target politik yang telah ditetapkan dapat tercapai.
“Kita tetap menargetkan kemenangan dalam pemilu. Kursi harus bertambah dan kita harus berupaya menjadi yang pertama,” tegasnya.
Foad juga menyatakan, Partai Golkar Kota Ternate siap menghadapi berbagai kemungkinan terkait perubahan regulasi dan jadwal pelaksanaan pemilu. Menurutnya, apa pun keputusan yang nantinya ditetapkan melalui pembahasan undang-undang, Golkar harus tetap siap menjalankan kerja politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Ia menambahkan, persiapan menuju pemilu harus dimulai sejak dini, bukan hanya menjelang tahapan resmi dimulai. Dengan demikian, konsolidasi organisasi, penguatan kader, dan pendekatan kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Selain berbicara mengenai target politik, Foad memastikan akan ada perubahan dalam struktur kepengurusan DPC Partai Golkar Kota Ternate setelah terpilihnya ketua yang baru.
Ia menjelaskan, Ardian Idham telah membentuk tim formatur yang nantinya bertugas merancang susunan kepengurusan baru untuk memperkuat organisasi menghadapi agenda politik mendatang.
Menurut Foad, perubahan kepengurusan merupakan bagian dari proses regenerasi dan penyegaran organisasi. Ia memperkirakan komposisi pengurus nantinya akan diwarnai kehadiran wajah-wajah baru, tanpa mengesampingkan kader lama yang selama ini telah berkontribusi terhadap perjalanan partai.
“Perubahan kepengurusan sudah pasti terjadi. Akan ada wajah-wajah baru, tetapi sebagai kader partai, kami juga menyarankan agar semua kepentingan tetap dirangkul,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan setelah seluruh tahapan Musda berakhir. Perbedaan pilihan selama proses pemilihan ketua, kata dia, harus dijadikan pengalaman untuk memperkuat soliditas, bukan menjadi sumber perpecahan di internal partai.
Foad berharap seluruh kader dapat kembali bersatu dan memberikan dukungan kepada kepemimpinan baru demi kepentingan organisasi.
Baginya, keberhasilan Musda bukan sekadar menghasilkan seorang ketua, melainkan juga menjadi awal dari kerja bersama untuk membangun kekuatan politik yang lebih besar.
“Perbedaan itu sudah selesai. Sekarang bagaimana kita merangkul semua perbedaan untuk menjadi sebuah kekuatan agar target kemenangan pada pemilu mendatang bisa tercapai,” tutupnya.
Dengan kepemimpinan Ardian Idham dan rencana pembentukan kepengurusan baru, Golkar Kota Ternate diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal, meningkatkan perolehan kursi legislatif, serta merebut kepercayaan masyarakat demi mencapai target politik pada pemilu mendatang. (Barak)















