Irmon Machmud Raih Gelar Doktor Cumlaude, Teliti Daya Tahan Politik Kekerabatan Trah Mus dan Kasuba di Maluku Utara

JAKARTA — DR Irmon Machmud meraih gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul Clan Based Resilience (Daya Tahan Politik Kekerabatan) Trah Mus dan Trah Kasuba di Maluksu Utara berlangsung di Kampus Universitas Nasional (Unas), 2 September 2026.

Ujian terbuka promosi doktor tersebut berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka Universitas Nasional Jakarta. Sidang dipimpin Ketua Sidang Dr. Aos Yuli Firdaus, M.Si.

Dalam sidang tersebut, Irmon Machmud yang juga alumni Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini diuji oleh tim akademik yang terdiri atas Promotor Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA, Ko-Promotor Prof. Dr. Erna Ernawati Chotim, M.Si, Penguji Eksternal Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum, serta penguji internal Dr. Asrab Jalal, M.Si dan Dr. TB. Massa Dhafar, M.Si.

Setelah melalui proses ujian, Irmon Machmud dinyatakan lulus dan memperoleh predikat cumlaude.
Penelitian Irmon berangkat dari persoalan perkembangan demokrasi pasca-Reformasi yang memberikan ruang partisipasi politik semakin luas, tetapi pada saat yang sama juga memperlihatkan menguatnya konsentrasi kekuasaan di tangan kelompok elite tertentu.

Dalam kajiannya, Irmon yang juga Kabag Adminiatrasi dan Kesekretariatan Setwan DPRD Maluku Utara ini mengutip pemikiran Robert Dahl mengenai polyarchy, yakni tatanan politik yang antara lain diukur melalui tingkat kontestasi atau oposisi serta kesempatan warga untuk berpartisipasi dalam kompetisi politik.

Menurut kajian tersebut, demokrasi elektoral di Indonesia berkembang secara prosedural melalui penyelenggaraan pemilu, tetapi belum sepenuhnya menghasilkan sirkulasi elite dan kepemimpinan politik yang sehat.

Fenomena seperti munculnya local strongman, politik transaksional, kleptokrasi lokal, kebangkitan aristokrasi, politisasi identitas, hingga politik dinasti menjadi bagian dari dinamika politik pasca-Reformasi.

Irmon menempatkan politik kekerabatan sebagai fokus utama penelitiannya, khususnya terhadap dua trah politik yang dinilai memiliki daya tahan panjang di Maluku Utara, yakni trah Mus dan trah Kasuba.

Aspek klan politik tersebut dianalisis menggunakan teori boundary control Gibson dan closed game, Behrend, teori mekanisme penutupan arena yg berasal dari Argentina.

Melalui penelitian tersebut, Irmon mengajukan pertanyaan utama, yakni mengenai proses berkembangnya politik kekerabatan trah Mus dan trah Kasuba dan daya tahan kedua klan politik dalam dinamika politik lokal.

Promosi doktor tersebut sekaligus menempatkan penelitian tentang politik kekerabatan di Maluku Utara sebagai salah satu kajian penting untuk memahami hubungan antara demokrasi elektoral, kekuasaan keluarga, institusi politik, serta sirkulasi elite di tingkat daerah.

Irmon Machmud yang juga mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Manado dalam sidang senat terbuka Unas Jakarta ini didampingi sang istri Dr Wirda Albaar, keluarga dan civitas akademika Unas Jakarta. (red/rls)