Tradisi Malam Lailatul Qadar di Kedaton Kesultanan Ternate

TERNATE, JURNALONE.id – Tradisi Masyarakat Kota Ternate, Maluku Utara, menyambut malam Lailatul Qadar dengan menggelar tradisi Ela-ela, Kamis (28/04/2022) malam. Tradisi Ela-ela yang digelar kerena sempat terhenti selama 7 tahun setelah wafatnya Sulatan Ternate ke 28 yakni Sulatan Mudafar Syah.

Tradisi Ela-ela atau pembakaran obor merupakan tradisi masyarakat Kota Ternate setiap malam 27 bulan Ramadhan. Nuansa Islam menyambut malam seribu bulan itu begitu kental terlihat di Kedaton Kesultanan Ternate.

Pembakaran obor dilakukan serentak oleh perangkat adat Kesultanan Ternate yang dipimpin langsung Sulatan Ternate, Hidaya Tullah Sjah didampigi perangkat adat bersama Walikota Ternate M. Tauhid Soleman.

Selanjutnya diikuti oleh perangkat adat lainnya disetiap sudut halaman kesultanan Ternate hingga diterangi dengan cahaya obor Ela-ela.

Selain di kesultanan Ternate, obor Ela-ela juga menerangi setiap halaman rumah warga hingga disetiap gang di yang ada di kota Ternate telah terpasang obor Ela-ela karena telah menjadi tradisi warga.

Menurut Jou Kalem atau Qadi Kesultanan Ternate Hidayatussalam Sechan bahwa, tradisi Ela-ela yang digelar pada ramadhan ke 27 malam, merupakan seruan kepada masyarakat adat, khususnya yang beragama muslim di Kota Ternate, untuk memanfaatkan malam ini dengan ibadah dan dzikir serta mendoakan, agar kita bisa kembali bertemu bulan ramadhan di tahun depan.

“ tradisi membakar obor adalah seruan bagi seluruh balakusu atau masyarakat adat yang beragaa Islam agar menghidupkan malam ini dengan sholat, zikir, dengan silaturahim untuk bersukur kepada Allah SWT,” ungkap Hidayatulssalam Sechan.

Selain itu, tradisi lain pada ramadhan ke 27 malam adalah Sultan Ternate Hidayah Tulah Syah uci sabea atau Sulatan turun sahalat isah dan tarawih di masjid besar Kesultanan Ternate dengan diusung dengan tandu, kemudian dibawah oleh perangkat adat ke masjid besar Kesultanan dengan jarak kurang lebih 300 meter dari Kedaton Kesultanan Ternate.

“tradisi Sultan Ternate uci sabea di masjid besar Kesultanan Ternate, tak hanya di malam ke 27 ramadhan, tetapi juga tradisi uci sabea juga dilakukan selama bulan ramadhan yakni pada malam qunut atau 15 malam ramadhan,”ucapnya.(red/SMG)