UNIMA Dorong Peningkatan Kualifikasi Guru SLB di Maluku Utara Lewat Pendidikan Khusus

TERNATE – Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado, Dr. Aldjon N. Dapa, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi yang dilakukan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, bertujuan untuk menjawab kebutuhan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) yang belum memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Pendidikan Khusus. Saat ditemui media JurnalOne.id Gedung SMA Negeri 1 Ternate, Jumat (22/05/2026).

Ia menjelaskan, rombongan dari FIPP Universitas Negeri Manado yang terdiri dari ketua jurusan dan sejumlah dosen hadir untuk membuka peluang kerja sama dalam rangka peningkatan dan penguatan kualifikasi guru SLB di Maluku Utara.

“Kami datang untuk melakukan sosialisasi agar dapat terjalin kerja sama dalam pemenuhan guru-guru SLB yang belum memiliki latar belakang pendidikan khusus,” ujar Aldjon.

Menurutnya, syarat utama menjadi guru SLB adalah memiliki pendidikan sarjana pendidikan khusus, karena tenaga pendidik di bidang tersebut harus menguasai berbagai keterampilan dalam menangani anak berkebutuhan khusus.

Berdasarkan data yang disampaikan pihak Dinas Pendidikan, masih terdapat guru SLB di Provinsi Maluku Utara yang belum menempuh pendidikan S1 Pendidikan Khusus. Hal ini menjadi salah satu alasan pentingnya kerja sama dengan perguruan tinggi.

Aldjon juga mengungkapkan bahwa sekitar setengah dari total kurang lebih 300 guru SLB di Maluku Utara merupakan alumni Universitas Negeri Manado, sehingga sudah terjalin hubungan emosional dan akademik yang kuat.

“Ini menjadi peluang kerja sama yang baik, karena banyak alumni kami yang sudah menjadi guru bahkan kepala sekolah SLB di Maluku Utara,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama ini dapat memperkuat praktik baik (best practice) dalam dunia pendidikan khusus, sekaligus mendorong lebih banyak putra-putri Maluku Utara untuk melanjutkan studi di program pendidikan khusus.

Selain itu, Universitas Negeri Manado juga membuka peluang penerimaan mahasiswa melalui jalur reguler, B2P, serta jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) khusus bagi guru yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya.

“Kami berharap program ini dapat berjalan baik, dan semakin banyak guru maupun lulusan SMA dari Maluku Utara yang melanjutkan studi di bidang pendidikan khusus,” tambahnya. (barak)