TERNATE – SMA Negeri 1 Kota Ternate resmi menjalin kerja sama dengan tiga sekolah mitra dalam penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah untuk Anak Tidak Sekolah (ATS) di Maluku Utara. Kegiatan berlangsung di ruang Aula Taib Armayin SMA Negeri 1 Ternate, Jumat, ( 22 /05/2026 ).
Kepala Sekolah Sabaria Umahuk, menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan agenda resmi yang akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan program PJJ.
Ia menjelaskan, tiga sekolah mitra yang terlibat yaitu SMA Negeri 1 Pulau Morotai, SMA Negeri 2 Halmahera Timur, dan SMA Negeri 1 Halmahera Utara, bersama sekolah induk SMA Negeri 1 Kota Ternate.
“Ini adalah agenda resmi, di mana bukti perjanjian kerja sama ini akan segera kami kirim ke pusat,” ujar Sabaria.
Dalam pelaksanaannya, SMA Negeri 1 Kota Ternate telah membentuk satuan tugas (Satgas) atau gugus tugas PJJ yang terdiri dari penanggung jawab, ketua, sekretaris, koordinator bidang IT dan infrastruktur, admin Learning Management System (LMS), serta koordinator bidang evaluasi dan konseling.
Selain itu, pihak sekolah juga telah menyiapkan ruang khusus sebagai pusat pengelolaan pembelajaran daring berbasis LMS serta ruang diskusi bagi para guru yang terlibat dalam program PJJ.
“Ruang ini memang yang dikehendaki oleh pusat untuk mendukung pengelolaan pembelajaran secara online,” jelasnya.
Sabaria berharap sekolah mitra juga segera membentuk gugus tugas dan melakukan berbagai kesiapan dalam mendukung pelaksanaan program PJJ, termasuk pendampingan bagi peserta didik ATS.
Ia menambahkan, penerimaan peserta didik PJJ akan dilaksanakan setelah penerimaan siswa reguler melalui SPMB selesai, dengan sasaran utama anak tidak sekolah.
Meski pembelajaran dilakukan secara daring, Sabaria menegaskan bahwa peserta didik PJJ tetap akan mendapatkan hak pendidikan yang sama seperti siswa reguler.
“Perlakuannya harus sama, karena mereka juga berhak mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Halmahera Utara, Ellen Cynthia Dewi, menyampaikan bahwa sekolah mitra nantinya akan berperan sebagai tutor bagi peserta didik PJJ di wilayah kabupaten/kota yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi.
Menurutnya, kolaborasi dengan sekolah induk sangat penting karena seluruh data peserta didik terpusat di sekolah induk sehingga koordinasi harus berjalan intensif.
Ia juga menegaskan perlunya pelatihan bagi tutor di sekolah mitra karena sistem pembelajaran menggunakan metode sinkronus dan asinkronus.
Selain pembelajaran daring, sekolah mitra juga akan menyiapkan pendampingan langsung di sekolah bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar.
“Tugas kami adalah menjadi tutor yang mendampingi mereka agar tetap bisa belajar dengan baik,” ujarnya.
Program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka anak tidak sekolah di Provinsi Maluku Utara melalui kolaborasi sekolah induk dan sekolah mitra. (barak)














