Penertiban Lapak Di Pasar Higenis Gamalama, Sekot Rizal Marsaoly Temui Pedagang 

TERNATE – Ratusan pedagang yang berjualan di depan Pasar Higienis Bahari Berkesan, Kelurahan Gamalama, Ternate, menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan penertiban dan pemindahan lapak oleh Pemerintah Kota Ternate, Jumat (24/04/2026).

Aksi yang dilakukan sejak sore hingga malam hari itu sempat diwarnai dengan pemalangan jalan. Para pedagang yang didominasi ibu-ibu memprotes kebijakan tersebut karena dinilai merugikan dan mengancam sumber penghasilan mereka.

Salah satu pedagang, Nurhayati Tahir, menyampaikan harapannya agar anggota DPRD Kota Ternate turun langsung ke lapangan untuk memberikan solusi konkret.

“Kami berharap ada anggota dewan yang turun supaya bisa kasih solusi, bagaimana jalan keluarnya agar kami ibu-ibu juga tetap punya tempat berjualan,” ujarnya.

Ia mengaku, sejak penertiban dilakukan, para pedagang tidak mendapatkan tempat yang layak untuk berjualan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan pendapatan.

“Dari pagi sampai sekarang, kami hanya bisa menjual sedikit sekali, bahkan hanya dua barang. Kami juga kesulitan, sampai beli air minum saja susah,” katanya.

Nurhayati menambahkan, para pedagang telah berkumpul sejak pukul 04.00 WIT, untuk menyuarakan aspirasi mereka, namun belum ada kehadiran anggota dewan di lokasi.

“Kami sudah dari subuh di sini, tapi belum ada anggota dewan yang turun. Kalau pun ada, mungkin kami tidak kenal,” lanjutnya.

Ia menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat saat menghadapi persoalan seperti ini.

“Sebagai wakil rakyat, seharusnya mereka ada di sini bersama kami, mencari solusi. Pemerintah itu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” tegasnya.

Nurhayati, yang akrab disapa Ibu Haya, merupakan pedagang warung makan berharap pemerintah segera menyediakan lokasi berjualan yang layak agar aktivitas ekonomi mereka dapat kembali normal.

Aksi pemalangan jalan berakhir setelah Sekretaris Daerah Kota Ternate , Rizal Marsaoly turun langsung dan berdialog dengan para pedagang sehingga situasi warga yang protes mulai redak.

Pada kesempatan itu, pedagang yang sebagian besar berasal dari Kelurahan Tobololo dan Sulamadaha menyampaikan tuntutan terkait penyediaan tempat berjualan pasca penertiban di Pasar Higienis Gamalama.

Setelah dialog berlangsung, kedua pihak mencapai kesepahaman awal. Sekda bersama perwakilan pedagang sepakat untuk meninjau langsung kondisi pasar guna mencari solusi terbaik.

Seiring dengan tercapainya kesepakatan tersebut, massa aksi membuka pemalangan jalan. Akses lalu lintas di wilayah Ternate Barat kembali normal, dan kendaraan roda dua, roda empat, hingga truk pengangkut sampah dapat melintas seperti biasa.
(red/barak)