TERNATE – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Ternate, Sabaria Umahuk, menyampaikan pentingnya penguatan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui sekolah mitra dan titik layanan pendidikan guna memperluas akses pendidikan di wilayah Maluku Utara.
Sabaria Umahuk dalam arahannya menjelaskan bahwa, sekolah mitra dan titik layanan dibentuk untuk memberikan akses dan pendampingan belajar kepada peserta didik melalui perangkat pembelajaran, ruang belajar, serta dukungan sumber daya manusia pendidikan yang dikoordinasikan oleh sekolah induk, yakni SMA Negeri 1 Kota Ternate.
“Sekolah induk memiliki tanggung jawab dalam memberikan pendampingan kepada sekolah mitra, baik melalui perangkat belajar, kebutuhan ruang belajar, maupun dukungan sumber daya manusia agar pelaksanaan PJJ berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem tersebut menjadi solusi untuk menjangkau siswa di daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Maluku Utara.
Sabaria juga memaparkan alur asesmen dan kelulusan dalam pelaksanaan PJJ. Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara bertahap mulai dari asesmen pembelajaran, evaluasi capaian kompetensi, hingga verifikasi hasil belajar oleh sekolah induk bersama sekolah mitra.
“Kelulusan peserta didik tetap mengacu pada standar kompetensi dan hasil asesmen yang telah ditetapkan dalam sistem pembelajaran jarak jauh,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, turut dibahas peran Gugus Tugas Provinsi Maluku Utara dalam mendukung penyelenggaraan PJJ, khususnya terkait prinsip dasar penerimaan murid.
Prinsip tersebut menekankan pemerataan akses pendidikan, pelayanan yang inklusif, serta prioritas bagi peserta didik yang berada di wilayah dengan keterbatasan layanan sekolah.
Melalui program sekolah mitra dan titik layanan PJJ ini, SMA Negeri 1 Kota Ternate berharap kualitas pendidikan di Maluku Utara dapat terus meningkat dan menjangkau lebih banyak peserta didik di berbagai daerah. (red/barak)














