Kadikbud Malut Abubakar Abdullah Apresiasi SMA Negeri 6 Kota Ternate

TERNATE – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, Abubakar Abdullah, memberikan apresiasi terhadap perkembangan SMA Negeri 6 Kota Ternate, yang dinahkodai Kasman, S.Pd, meski menilai masih diperlukan upaya lebih kuat untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan.

Hal tersebut disampaikan saat kkunjungannya di SMAN 6 dalam rangka rotasi dan mutasi kepala sekolah se-Maluku Utara. Kunjungan ini juga menjadi ajang silaturahmi bersama seluruh warga sekolah, baik guru maupun para siswa.

“Kami datang bersilaturahmi sekaligus melihat langsung progres perkembangan sekolah, mulai dari sarana dan prasarana, peserta didik, hingga prestasi yang telah dicapai,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Ia menilai SMA Negeri 6 menunjukkan perkembangan positif. Namun, untuk mencapai perubahan yang signifikan, dibutuhkan intervensi yang lebih kuat dari Dikbud Malut terutama dalam peningkatan literasi, numerasi, dan kualitas pembelajaran.

Menurutnya, kunci utama peningkatan mutu terletak pada kesadaran bersama seluruh tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan tuntutan pendidikan saat ini.

Selain itu juga mendorong agar SMA Negeri 6 menjadi pilihan utama bagi lulusan SMP di wilayah sekitar. Hal itu karena kualitas yang dinilai tidak jauh berbeda dengan sekolah lain, siswa diharapkan tidak perlu lagi bersekolah ke SMA Negeri yang lebih jauh dari tempat tinggal.

Disisi lain, Dinas Pendidikan juga menyoroti persoalan distribusi guru. Ditemukan adanya kelebihan tenaga pengajar pada mata pelajaran tertentu, seperti Biologi, yang jumlah gurunya melebihi kebutuhan rombongan belajar.

“Ini bukan guru ganda, tetapi ada mata pelajaran tertentu yang kelebihan guru. Misalnya Biologi, dengan tiga rombongan belajar dan tiga guru, itu sudah termasuk over,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya tengah melakukan penataan dan pemetaan guru secara menyeluruh di Maluku Utara guna mendukung kebijakan redistribusi tenaga pendidik antar sekolah.

Namun demikian bahwa kebijakan tersebut menghadapi tantangan, terutama dari sisi psikologis dan kesiapan guru, khususnya jika harus dipindahkan ke luar daerah.

“Kita tidak bisa hanya melihat dari sisi kebijakan. Ada faktor keluarga, kenyamanan, dan kesiapan yang juga harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Karena itu, pendekatan edukatif terus dilakukan agar kebijakan redistribusi dapat diterima dengan baik, sehingga para guru tetap dapat mengajar dengan nyaman dan penuh semangat.

Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan satu poin penting bagi SMA Negeri 6 Kota Ternate, yakni perlunya komitmen bersama seluruh warga sekolah untuk terus berbenah dan melakukan perubahan nyata demi meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.(red/barak)