SOFIFI, JURNALONE.ID – Setelah Presiden Joko Widodo meninjau langsung kondisi ruas jalan rusak di Lampung dan Jambi. Kini viral sejumlah ruas jalan yang rusak parah di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.
Dari rekaman video warga sejumlah ruas jalan hingga jembatan di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara, belakang ini viral dimedia sosial, lantara kondisi jalan yang alami rusak parah.
Video warga memperlihatkan kondisi jalan yang rusak, bahkan sejumlah kendaraan yang melewati jalan tersebut alami kesulitan saat melintas di jalan tersebut. Apalagi saat warga melintas pada musim penghujan, jalan tersebut berbecek sehingga warga alami kesulitan.
Tidak hanya jalan, warga juga mengabadikan video sejumlah jembatan darurat yang mereka lewati dengan kondisi memprihatnian. Warga hawatir kondisi jembatan yang mereka jadiakan akses sehari-hari mereka bisa membahayakan jiwa, apalagi dimusim penghujan tiba yang bisa menjadi ancaman banjir.
Dari video itu, juga memperlihatkan jembatan yang dibagun pemerintah tidak kunjung diselesaikan. Konstruksi bangunan jembatan hanya terlihat tiang jembatan yang berdiri yang diduga sudah bertahun-tahun lamanya.
Zulkarnain Layoo Bonene, salah satu warga Desa Ngele, Kecamatan Taliabu Barat Laut, mengungkapkan ruas jalan lingkar taliabu hamper seluruhnya masih dalam kondisi rusak parah. Ia menilai pemerintah daerah Kabupaten Pulau Taliabu tidak serius mengatasi kerusakan jalan yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Padahal menurutnya, jalan tersebut menjadi akses utama masyarakat yang menghubungkan antar kecamatan dan antar desa. Untuk itu, warga meminta pemerintah pusat harus turun tangan mengatasi jalan rusak di Kabupaten Pulau Taliabu.
“Pemerintah daerah sampai hari ini tidak begitu serius mengatasi jalan rusak keliling Kabupaten Pulau Taliabu. Kami mohon kepada pemerintah pusat terlibat aktif membangun jalan antar kecamatan di Pulau Taliabu, karena sampai saat ini jalan di Kabupaten Pulau Taliabu masih lebih banyak yang berlumpur, becek, dan berbatu, karena belum pernah diaspal kemungkinan yang baru diaspal itu 10% dari total jalan yang harus dibangun di seluruh kecamatan di Kabupaten Pulau Taliabu,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Melalui Kepala Bidang Binamarga, Dinas Pekedjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Daud Ismail menjelaskan, jalan lingkar di Kabupaten Pulau Taliabu yang viral saat ini masih berstatus jalan Kabupaten.
“Jadi yang paling viral kemarin itukan seolah-oleh jalan provinsi, sesunggunya itu adalah jalan kabupaten. Itu berdasarkan SK kewenagan ruas jalan provinsi nomor 227 tahun 2012 itu SK Gubernur tidak ada Taliabu jalan provinsi. Kalau mengacu kepada surat kepuusan Gubernur tentang status jalan provinsi di Taliabu itu tidak ada sama skali. Saat kita menetapkan SK Gubernur tahun 2016 kita sudah mencoba menghubung kepemerintah daerah melalui Bapeda dan PU namun tidak diusulkan sebagai jalan provinsi,” kata Daun Ismail kepada Beritasatu.com, Senin (22/05/2023).
Meski masi status jalan Kabupaten, pemerintah Provinsi Maluku Utara melaui Dinas PUPR sudah menyentuh pembangunan jalan di Taliabu, seperti melakukan pekerjaan pembukaan badan jalan penghubung antara kecamatan di Kabupaten Pulau Taliabu dari tahun 2022 hingga di tahun 2023 ini.
Daud Ismail mengungkapakn, pemerintah provinsi melalui arahan Gubernur Abdul Gani Kasuba, tentu uterus berupaya melakukan pemerataan pembagunan jalan di seluruh wilayah Maluku Utara, salah satunya di Kabupaten Pulau Taliabu. Untuk itu di tahun 2024 mendatang, diharapkan pemerintah daerah Talabu dapat megusulkan status jalan agar menjadi prioritas pembagunan nantinya.
“Sekalipun didaerah itu dtidak ada status jalan provinsi tetapi kalau ada masyarakat minta untuk dibagun kita coba kita akan mengintervensi itu karena kebutuhan masyarakat yang dilihat oleh Gubernur melalui Kepala Dinas PUPR agar ini dimasukan menjadi program kegiatan. Yang pasti aga keinginan besar Gubernur untuk menyentuh semua daerah yang ada di Maluku Utara ini,” ujarnya.(red/SMG)













