Bupati James, Hadiri Kegiatan Kirab Pemilu Tahun 2024

JAILOLO – Bupati Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, James Uang turut menghadiri kegiatan Kirab Menyongsong Satu Tahun Pemilihan Umum(Pemilu)tahun 2024. Kegiatan tersebut berlangsung dikantor KPUD Halmahera Barat, desa Hoku Hoku Kie, Kecamatan Jailolo, Jumat(24/3/2023).

Dalam kegiatan itu Bupati James menyampaikan, sesuai undang undang nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu merupakan landasan hukum dalam penyelengaraan pemilu di tahun 2024 nanti.

“Lahirnya undang undang ini sangat tepat, penting dan strategis.Karena dimana pemilu yang dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang merupakan momen yang menentukan untuk menjadi pintu gerbang perjalanan bangsa indonesia. Termasuk kita yang berada di Halbar,”katanya.

Ia menjelaskan, bahwa Pemilu merupakan tonggak sejarah baru kepemimpinan di daerah dan nasional yang menjadi tanggungjawab bersama untuk mensukseskan bersama.

“Kalau kita bersikap apatis berarti kita menggadaikan nasib bangsa dan daerah ini selama lima tahun kedepan. Dimana pilihan terhadap sistem demokrasi dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara membutuhkan dukungan semua pihak untuk mengawal proses demokrasi agar berjalan dan bisa mencapai tujuan guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,”katanya.Dirinya menegaskan, Pemerintah berkewajiban memfasilitasi dan mem-back up agar KPU dapat menyelengarakan pemilu dengan baik, aman, lancar dan sukses.

“Oleh karena itu, atas nama pemerintah daerah memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kirab menyongsong satu tahun pemilu 2024,”ujarnya.

“Semoga kegiatan ini menjadi wadah sosialisasi untuk mengenalkan partai politik apa saja yang lolos dan akan mengikuti pemilu 2024 nanti, sehingga masyarakat bisa memilih pemimpin yang mempunyai visi dan misi yang jelas agar bisa melahirkan pemimpin yang berkualitas dan mampu mensejahterakan masyarakat,”pungkasnya.

Diakhir sambutan dirinya juga mengingatkan, bahwa didalam momentum politik tentu banyak potensi konflik akibat adanya perbedaan pendapat dan pilihan. Namun, demikian kita harus saling menghormati perbedaan itu secara arif dan bijaksana sebagai sebuah dinamika proses demokrasi agar tidak terganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Saya berharap agar dengan dilaksanakannya Kiran Menyongsong satu Tahun Pemilu 2024 ini akan menghasilkan demokrasi yang berbudaya, sehingga bisa melahirkan tatanan pemerintahan yang bedaulat yang akan berujung pada kesejahteraan masyarakat,”tandasnya.(J0-1)