BMKG dan Dispar Maluku Utara Perkuat Sinergi, Informasi Cuaca Jadi Kunci Keselamatan Wisata Bahari

TERNATE – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara dalam mendukung keselamatan wisata bahari melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu hasil dari Pelatihan Keselamatan Wisata Bahari dan Air Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata bersama Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara di Jati Hotel, Ternate, Rabu (22/7/2026).

Koordinator Analisa dan Informasi Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar, mengatakan sinergi antara BMKG dan Dinas Pariwisata merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap aktivitas wisata, khususnya wisata bahari, dapat berlangsung dengan aman melalui pemanfaatan informasi cuaca sebagai acuan utama.

Menurut Fahmi, BMKG berkomitmen memberikan informasi cuaca yang akurat dan diperbarui secara berkala sehingga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah, pelaku usaha wisata, operator transportasi laut, hingga wisatawan sebelum melakukan aktivitas di laut.

“Kolaborasi ini bertujuan agar BMKG dapat memberikan informasi cuaca kepada Dinas Pariwisata sebagai panduan awal dalam pelaksanaan berbagai aktivitas pariwisata di Maluku Utara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi cuaca menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan wisatawan maupun pelaku usaha wisata, terutama yang menjalankan aktivitas di kawasan pesisir dan perairan.

Karena itu, setiap rencana perjalanan wisata bahari sebaiknya selalu didasarkan pada informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang diterbitkan BMKG.

Dalam paparannya, Fahmi juga menyampaikan kondisi gelombang laut di sejumlah wilayah Maluku Utara. Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, wilayah Kepulauan Sula, Banggai, dan Pulau Taliabu masih berpotensi mengalami gelombang laut yang relatif tinggi.

“Untuk saat ini, wilayah yang terpantau memiliki gelombang cukup tinggi berada di sekitar Kepulauan Sula, Banggai, dan Taliabu. Berdasarkan data BMKG, kondisi tersebut diperkirakan masih akan bertahan hingga beberapa bulan ke depan, setidaknya sampai September,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, pelaku wisata, operator transportasi laut, serta wisatawan agar selalu memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini sebelum melakukan pelayaran maupun aktivitas wisata di laut.

Selain memaparkan kondisi cuaca, Fahmi juga mengakui masih terdapat kendala jaringan komunikasi di sejumlah wilayah Maluku Utara yang memengaruhi penyebaran informasi cuaca secara cepat.

Meski demikian, BMKG terus berupaya mengoptimalkan layanan informasi kepada masyarakat.

“Kami sudah berupaya memberikan layanan informasi cuaca yang terbaik. Terkait kendala jaringan, itu merupakan persoalan umum. Kami berharap melalui koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kominfo, berbagai kendala tersebut dapat segera diatasi sehingga penyebaran informasi cuaca kepada masyarakat bisa semakin optimal,” katanya.

Melalui sinergi yang semakin erat antara BMKG dan Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara, diharapkan penyelenggaraan wisata bahari di daerah dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu meminimalkan risiko akibat cuaca ekstrem sekaligus memperkuat citra Maluku Utara sebagai destinasi wisata bahari yang mengedepankan aspek keselamatan bagi wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata. (Barak)