Seorang bocah bernama Sakila asal Pulau Moti, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoerie Ternate menggunakan Ambulance Laut BAHIM milik Pemkot setempat, lantaran korban diduga mengalami keracunan usai konsumsi obat bersama teman – teman.
Proses evakuasi korban berlangsung cepat, setelah menerima informasi pada Sabtu (28/03) malam sekitar pukul 20 : 30 WIT kemudian Ambulance Laut BAHIM bergerak ke Pulau Moti sekitar pukul 21 : 00 WIT dan kembali ke Ternate sekitar pukul 22 : 15 WIT.
Setibanya korban yang didampingi orang tua bersama tim medis dari Puskesmas Pulau Moti langsung dibawa ke RSUD Chasan Boesoerie Ternate menggunakan mobil ambulance Dinas Kesehatan Kota Ternate yang sudah menunggu di Pelabuhan Resident selama 30 menit.
Hal itu dibenarkan langsung oleh Kepala Dinas Kota Ternate, Faizal Badaruddin yang ditemui di kawasan Pelabuhan Resident Ternate usai mengawal proses evakuasi korban dari Pulau Moti.
Kadishub Kota Ternate mengatakan, evakuasi korban ke Pulau Moti menggunakan Ambulance Laut BAHIM ini merupakan operasi perdana setelah diresmikan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman pada bulan Oktober 2025 lalu sebagai ambulance laut untuk menjangkau warga yang tinggal di pulau terluar di Kota Ternate.
“Kehadiran Ambulans Laut ini menjadi solusi penting bagi warga yang tinggal di wilayah pulau terluar yang membutuhkan akses layanan kesehatan darurat secara cepat,”ungkapnya.
Ambulans Laut BAHIM, yang merupakan akronim dari Batang Dua, Hiri, dan Moti, dihadirkan sebagai layanan kesehatan khusus bagi warga di pulau – pulau terluar Kota Ternate.
Program ini diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien rujukan dari wilayah yang selama ini terkendala akses transportasi laut.
Pemkot Ternate berharap, keberadaan Ambulans Laut BAHIM dapat meningkatkan respons penanganan medis, khususnya bagi warga di daerah terluar seperti Pulau Moti, Pulau Hiri, dan Batang Dua.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih merata, cepat, dan menyentuh kebutuhan dasar warga, terutama dalam situasi darurat. (Moko)



















