HALTENG — Kerja sama antara PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung di lingkungan industri.
Melalui program magang, mahasiswa tidak hanya membawa pengetahuan dari ruang kuliah, tetapi juga belajar menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari di lingkungan operasional IWIP.
Pengalaman tersebut dirasakan Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester 7 Program Studi Teknik Sipil Unkhair. Iwan menjalani magang di Departemen Mining, khususnya Divisi Struktur. Selama berada di sana, ia mempelajari banyak hal, mulai dari menganalisa gambar hingga mengamati proses pekerjaan secara langsung di lapangan.
“Selama kuliah, kita lebih banyak mendapatkan teori, perhitungan, dan juga tugas. Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari itu diterapkan ketika sudah berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya,” ujar Iwan, Jumat (2/10/2026).
Tidak hanya fokus pada Divisi Struktur, Iwan juga berkesempatan melihat aktivitas di divisi lain seperti Geoteknik, Survei, dan Operasi. Menurutnya, pengalaman tersebut memberinya gambaran yang lebih luas mengenai bagaimana berbagai divisi saling berhubungan dalam pekerjaan.
Dari pengalaman tersebut, Iwan menemukan bahwa kondisi di lapangan tidak selalu sama dengan teori maupun contoh soal yang ditemui di bangku kuliah. Pengetahuan yang diperoleh di kampus tetap menjadi dasar, kata Iwan, namun penerapannya membutuhkan kemampuan untuk memahami kondisi dan menyesuaikannya dengan pekerjaan.
“Ketika sudah masuk ke dunia kerja, kita juga perlu punya skill untuk memahami kondisi yang sebenarnya dan bisa menyesuaikan penerapan ilmu tersebut,” katanya.
Pengalaman berada langsung di lingkungan industri juga dirasakan Afizal M. Adjaran mahasiswa Program Studi Teknik Elektro yang menjalani magang di Business Unit of Power Plant (BUPP).
Aktivitasnya dimulai dengan mengikuti safety briefing sebelum kemudian terlibat dalam sejumlah kegiatan operasional, seperti monitoring performa pembangkit, pencatatan parameter operasional, inspeksi rutin peralatan, hingga membantu penyusunan laporan operasional harian.
Keterlibatan tersebut membuat Afizal dapat melihat secara langsung penerapan ilmu yang sebelumnya dipelajari secara teoritis. Ia antara lain dapat mengamati proses kerja turbin, sinkronisasi generator dengan sistem grid, serta sistem proteksi kelistrikan.
Sebelum memulai magang, Afizal sempat membayangkan pengalaman di industri besar akan lebih banyak diisi dengan kegiatan observasi. Namun, pengalaman yang dijalaninya memberikan gambaran berbeda.
“Saya merasa keterlibatan kerja secara langsung dan nyata. Bukan hanya sekadar hadir, datang, duduk, pulang,” ujar Afizal.
Bagi keduanya, pengalaman tersebut tidak hanya menambah pengetahuan teknis. Iwan mengaku kini lebih terbiasa melihat pekerjaan dari sisi kondisi nyata di lapangan, tidak hanya dari teori dan perhitungan.
Ia juga merasa lebih disiplin dan percaya diri untuk berkomunikasi maupun bertanya ketika menemukan hal yang belum dipahami.
Afizal pun merasakan perubahan dalam etos kerjanya. Ia menjadi lebih disiplin, teliti, dan bertanggung jawab, sekaligus semakin memahami pentingnya mengikuti prosedur keselamatan dan kesehatan kerja. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses mereka mempersiapkan diri menuju dunia profesional.
Dengan terlibat langsung dalam aktivitas industri dan pertambangan, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memahami bahwa kemampuan teknis yang diperoleh di bangku kuliah perlu berjalan bersama kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan beradaptasi.
General Manager HRD PT IWIP, Roslina Sangaji, mengatakan program magang diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
“Kami berharap program magang ini dapat berjalan dengan baik, memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi para peserta, serta menjadi awal terbangunnya hubungan yang positif antara dunia pendidikan dan dunia industri dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan” ujar Roslina.
Bagi IWIP, kesempatan memberikan pengalaman industri kepada mahasiswa menjadi salah satu bentuk komitmen terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya mahasiswa dari perguruan tinggi lokal.
Melalui pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja, mahasiswa diharapkan memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai lingkungan profesional sekaligus bekal untuk melanjutkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan.(red)



















