Bupati Halteng: Efisiensi Anggaran Bukan Akhir Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

HALTENG — Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji menegaskan bahwa keterbatasan fiskal maupun kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan.

Hal itu disampaikan Ikram dalam sambutannya pada pembukaan Olimpiade Gasing Nasional 2026, berlangsung di Bela Hotel Ternate, Senin (05/10/2026).

Dalam sambutannya, Ikram menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan matematika di Indonesia, termasuk perguruan tinggi serta para penggagas metode pembelajaran matematika Gasing.

Ia juga menceritakan sejumlah prestasi yang telah diraih anak-anak Indonesia dalam bidang matematika cepat di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, Olimpiade Gasing bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari upaya membangun kemampuan berpikir dan kecerdasan peserta didik melalui pembelajaran matematika yang menyenangkan.

Ikram mengungkapkan, perjalanan kompetisi matematika tersebut telah berlangsung sejak 2023 dan terus berkembang hingga tingkat internasional. Bahkan, salah satu anak asal Halmahera Tengah disebut mampu meraih prestasi dalam kompetisi matematika cepat tingkat internasional di Seoul, Korea Selatan.

“Alhamdulillah, ada anak kita yang berhasil meraih juara tiga,” ujar Ikram dalam sambutannya.

Ia juga mengungkapkan kisah seorang anak asal Halmahera Tengah bernama Uril Algifari yang mendapat perhatian setelah mampu menembus sistem keamanan lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA. Menurut Ikram, prestasi tersebut mendapat pengakuan melalui surat dari pihak NASA.

“Ini bukan dari sekarang. Saya perlu laporkan kepada Bapak-Ibu semuanya. Saya tidak menyangka, tetapi saya mengakui dan bersyukur, alhamdulillah,” katanya.

Pendidikan tetap jadi prioritas
di hadapan peserta dan undangan, Ikram kemudian menyinggung kondisi fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang turut berdampak terhadap pemerintah daerah.

Ia menyebut Halteng mengalami efisiensi anggaran hingga sekitar Rp916 miliar, termasuk pengurangan pada sejumlah pos anggaran daerah.

Namun, menurutnya, efisiensi bukan berarti pemerintah harus mengurangi keberpihakan terhadap masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan.

“Efisiensi bukan akhir dari segala-galanya. Banyak uangnya, tapi uang untuk siapa? ya uang untuk rakyat,” tegasnya.

Ikram mengatakan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah tetap mengalokasikan anggaran yang besar untuk pendidikan. Salah satunya melalui program beasiswa yang disebut mencapai sekitar Rp31 miliar dan diberikan kepada 5.148 siswa.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah menambah anggaran sekitar Rp15 miliar untuk mendukung pendidikan kedokteran.

Saat ini, kata Ikram, terdapat 48 mahasiswa kedokteran yang mendapatkan dukungan pembiayaan dari Pemkab Halteng. Selain itu, terdapat enam dokter spesialis yang juga dibiayai oleh pemerintah daerah untuk melanjutkan pendidikan.

“Karena kedokteran membutuhkan uang yang banyak sekali,” ujarnya.

Dorong ASN lanjut pendidikan
Ikram juga menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, termasuk bagi aparatur pemerintah daerah.

Ia menyampaikan kebijakan agar pegawai dapat melanjutkan pendidikan sesuai jenjang masing-masing, mulai dari pendidikan diploma hingga program doktor.

“Karena hanya dengan pendidikan bisa mengubah semua,” katanya.

Menurut Ikram, investasi pendidikan merupakan salah satu cara paling penting untuk meningkatkan kualitas manusia dan memperkuat pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Ia menegaskan, meskipun pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal dan efisiensi anggaran, perhatian terhadap pendidikan tidak boleh berhenti.

Pembukaan Olimpiade Gasing Nasional 2026 di Halmahera Tengah, kata dia, menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa daerah dengan keterbatasan fiskal sekalipun mampu melahirkan generasi berprestasi apabila diberikan ruang, kesempatan, dan dukungan yang memadai.

“Kita berharap kegiatan tersebut tidak hanya melahirkan juara dalam kompetisi matematika, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir generasi muda Maluku Utara agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. (Barak/udy)