TERNATE — Warga Daerah Kuburan Islam (DKI), Kelurahan Makasar Barat, Kota Ternate, Selasa (1/9/26) malam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Kegiatan keagamaan tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Kita Wujudkan Masyarakat yang Beriman, Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing”.
Peringatan Maulid Nabi yang berlangsung di lingkungan RT 04 tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjalanan hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat keimanan serta kecintaan kepada Rasulullah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Saleh Sakolah, mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, terutama kesehatan, kekuatan dan kesempatan sehingga masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan keagamaan.
“Selain pujian dan syukur kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, di mana curahan nikmat dan kasih sayangnya tidak putus-putus kepada kita, utamanya kesehatan, kekuatan dan kesempatan,” ujar Ustaz H. M. Saleh dalam ceramahnya.
Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk kembali mengingat berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah SAW, mulai dari kelahiran, diangkat menjadi Rasul, perjalanan hijrah hingga wafatnya beliau.
Menurutnya, kegiatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi harus mampu memberikan kesadaran baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Saleh Sakolah juga mengapresiasi pelaksanaan Maulid Nabi di lingkungan tersebut. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius.
“Insyaallah, mudah-mudahan dengan kesadaran baru, mungkin ini pertama dilaksanakan di musala ini Maulid Nabi. Mudah-mudahan membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.
Selain itu juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya menjalani kehidupan dunia, tetapi senantiasa mengingat kematian sebagai bagian dari kehidupan manusia.
Menurutnya, keberadaan makam di sekitar lingkungan masyarakat menjadi pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT. “Jadi mudah-mudahan ibu-ibu hidup, tapi ingat mati karena ada kuburnya,” katanya.
Lebih lanjut, ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan tuntunan bagi umat manusia melalui Al-Qur’an dan Sunnah. Islam, kata dia, merupakan agama yang membawa rahmat, kesejukan hati serta keselamatan bagi kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, terutama dalam hal akhlak, kepedulian terhadap sesama, menjaga persaudaraan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW, para sahabat dan keluarga beliau. Atas tuntunan dan bimbingannya melalui Kitabullah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW, kita meyakini Islam sebagai agama rahmatan lil alamin,” ungkapnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut juga diwarnai pembacaan maulid dan shalawat oleh jamaah, khususnya para ibu-ibu yang hadir. Suasana berlangsung penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan semata, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarsesama warga serta membangun lingkungan masyarakat yang beriman, memiliki akhlak mulia dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Sesuai tema yang diusung, keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta masyarakat yang tidak hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial dan daya saing.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dilaksanakan pada 19 Rabiul Awal 1448 Hijriyah, bertepatan dengan 1 September 2026.(Barak)



















