TERNATE — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perikanan dan Kelautan kembali menyalurkan bantuan mesin kapal kepada nelayan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Utara, Kadri La Etje, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe terhadap masyarakat nelayan.
Penyaluran yang berlangsung pada, Jumat (28/8/2026) tersebut merupakan tahap ketujuh dari program bantuan mesin kapal yang dilaksanakan secara bertahap di 10 kabupaten/kota di Maluku Utara.
“Hari ini kita menyerahkan sisa-sisa mesin terakhir dalam program prioritas Gubernur, yakni meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat nelayan,” ujar Kadri.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 438 unit mesin kapal yang disiapkan dalam program tersebut. Khusus pada Agustus 2026, masih tersedia sekitar 38 unit mesin, dan sebanyak 18 unit di antaranya disalurkan pada hari ini.
Bantuan 18 unit mesin tersebut diberikan kepada nelayan di sejumlah wilayah, masing-masing Halmahera Utara 8 unit, Halmahera Selatan 2 unit, Tidore Kepulauan 4 unit, Kota Ternate 1 unit, dan Halmahera Barat 5 unit.
Menurut Kadri, program bantuan mesin kapal tersebut terintegrasi dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan perbankan, yakni Bank Mandiri dan Bank BRI.
Sementara sekitar 20 unit mesin lainnya masih diperuntukkan bagi nelayan di Halmahera Timur, Kepulauan Sula, dan Pulau Taliabu. Bantuan tersebut masih menunggu penyelesaian proses administrasi dan tahapan kredit.
“Semua berita acara, SPJT, surat keterangan konsistensi kredit sudah mereka tanda tangani. Proposal juga sudah kami terima dan hari ini mesin langsung dibawa kembali ke kampung masing-masing,” jelasnya.
Kadri menegaskan, penerima bantuan tidak terpusat pada satu wilayah tertentu. Bantuan diberikan kepada nelayan dari seluruh 10 kabupaten/kota di Maluku Utara yang memenuhi persyaratan dan mengikuti proses pembiayaan melalui KUR.
Menariknya, para penerima bantuan merupakan nelayan perseorangan, bukan kelompok. Mereka umumnya merupakan nelayan yang menangkap ikan tuna, ikan pelagis besar, maupun ikan dasar.
“Nelayan ini perseorangan. Mereka menangkap ikan tuna, ikan-ikan pelagis besar dan ikan dasar, sehingga kita fasilitasi dengan bantuan mesin,” katanya.
Selain bantuan mesin kapal, para nelayan juga mendapat fasilitas pembiayaan untuk pembangunan badan atau body perahu melalui skema kredit perbankan.
Dinas Perikanan dan Kelautan Maluku Utara bersama pihak perbankan memberikan pendampingan dalam proses administrasi. Selanjutnya, pihak bank melakukan verifikasi dengan mendatangi rumah calon penerima untuk memastikan kelayakan mereka memperoleh pembiayaan.
Bagi nelayan yang dinilai layak dan tidak memiliki kendala dalam proses kredit, pembiayaan dapat dilanjutkan. Setelah pembiayaan tersedia, pembangunan armada dilakukan oleh pihak galangan kapal.
“Ketika sudah selesai dan terkoneksi dengan kita, kita siap membantu mesin yang sudah kita adakan,” terang Kadri.
Program tersebut diharapkan mampu memperkuat armada tangkap nelayan Maluku Utara, meningkatkan produktivitas penangkapan ikan, serta membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan di seluruh wilayah Maluku Utara. (Barak).



















