HALUT – Tidak membuang waktu begitu saja karena waktu sangatlah penting bagi kepentingan masyarakat menuju Halmahera Setara. Walaupun berbagai kesibukan atas tuntutan amanat demi kesejahteraan rakyat, Bupati Halut Piet Hein Babua yang telah selesaikan dua agenda penting yakni di kota Makasar dan Ambon. Meski begitu setelah di Ternate masih sempat menyempatkan diri ke Balai Wilayah Sungai ( BWS) Maluku Utara.
Bupati Piet Babua didampingi Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara Piet Hein Onthony, lakukan pertemuan dengan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara M.Saleh Talib, Kepala Subbag BWS Malut, Kepala Seksi OP BWS Malut, Kepala Satker PJSA Malut dan Kepala OP SDA Malut di Ternate, Kamis (13/8/ 2026).
Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut dalam pertemuan tersebut memaparkan kegiatan Tahun Anggaran 2026 di Halmahera Utara yaitu Rehabilitasi Unit Air Baku yang berada di Wangongira.
Selanjutnya, Pembangunan Sumur Air Tanah untuk mendukung Sekolah Rakyat di Desa Kukumutuk, Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah.
Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama kewenangan BWS Maluku Utara, dan Pembangunan tanggul dan perbaikan sungai Asmiro pasca bencana Ake Aru.
Kemudian, selain penyampaian agenda tersebut, dalam pertemuan itu di cakapkan juga tahapan mensinkronkan Cetak Sawah baru dengan irigasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut.
“Hari ini kami di Kantor BWS Maluku Utara dalam rangka untuk melakukan koordinasi terhadap berbagai program dan kegiatan yang di kerjakan oleh BWS Provinsi Malut di Halmahera Utara,” jelas Bupati.
Dari hasil yang di cakapkan sangat luar biasa, karena dua tahun berturut turut 2025-2026 ketika menjabat sebagai Bupati banyak program di Halmahera Utara bahkan di tahun 2026 ini, sekitar Seratus Milyar lebih akan di kuncurkan dalam rangka pembuatan irigasi di Halmahera Utara.
“Oleh karena itu, lanjut Bupati, program dan kegiatan yang ada di Halut sungguh sungguh merupakan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Bupati mengharapkan, kedepan Halmahera Utara bukan dikenal sebagai kabupaten kelapa tapi bisa menjadi kabupaten lumbung padi di Provinsi Maluku Utara.
Tambah Bupati, di tahun ini sudah ada penambahan percetakan sawah 1.067 hektar, tentunya harus di dukung oleh irigasi, yang bagian tugas dari BWS Provinsi Malut.
Bupati katakan bahwa, koordinasi dan kerja sama BWS Malut dan Pemda Halut sangat luar biasa karena yang dilakukan BWS Provinsi Malut di Halmahera Utara adalah hasil koordinasi kerjasamaoleh Dinas PUTR dan dinas Pertanian Halmahera Utara, mengsinkronisasi berbagai usulan program dan kegiatan.
“Kemudian di usulkan oleh Pemda Halmahera Utara dan di sambut baik oleh BWS Provinsi Maluku Utara. Di Halmahera Utara banyak sekali program dan kegiatan yang masuk,” kata orang nomor satu Halut.
“Dengan seribu hektar menjadi kolaborasi Pertanian, Perkebunan. Kalapa yang hari ini jadi primadona, kedepan ada pengembangan baru di bidang Pangan,” tambahnya.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan Masyarakat Halmahera Utara mengucapkan terima kasih kepada Kepala BWS Maluku Utara bersama jajarannya yang telah menerapkan berbagai program pembanguna maupun perbaikan di Halmahera Utara yang telah di paparkan oleh BWS saat kita pertemuan,” tutup Bupati. (Jefry)



















