Bupati Ikram: Kosgoro 1957 Organisasi Terbaik dan Memiliki Kontribusi Besar Bagi Bangsa dan Negara

HALTENG – Bupati Kabupaten Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menghadiri Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 yang mengusung tema “Mengabdi Untuk Negeri”, bertempat di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut secara resmi dibuka oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia.

Kehadiran Bupati Ikram Malan Sangadji dalam kegiatan tersebut juga sebagai bagian dari keluarga besar Kosgoro 1957, di mana dirinya menjabat sebagai Ketua PDK Kosgoro Provinsi Maluku Utara. Dalam kesempatan itu, Bupati Ikram turut didampingi sejumlah kader dan pengurus Kosgoro dari Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dave Laksono beserta seluruh jajaran panitia dan pengurus yang telah sukses menyelenggarakan Musyawarah Besar V Kosgoro 1957.

Bahlil menjelaskan bahwa musyawarah besar merupakan forum tertinggi dalam organisasi yang memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus, menyusun program kerja organisasi ke depan, serta memilih ketua umum untuk periode berikutnya.

Menurutnya, Kosgoro 1957 memiliki sejarah panjang dengan cita-cita luhur dalam mengisi pembangunan bangsa pasca kemerdekaan Indonesia.

“Kosgoro lahir dengan semangat pengabdian dan pembangunan. Organisasi ini menjadi salah satu organisasi terbaik yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan bahwa Kosgoro memiliki fokus utama pada bidang ekonomi dan pendidikan. Karena itu, dirinya berharap Kosgoro terus memperkuat perannya sebagai organisasi kemasyarakatan yang mendukung perjuangan Partai Golkar sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bahlil juga menekankan pentingnya menjaga kolaborasi dan kerja sama di dalam organisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dan kompetisi dalam organisasi merupakan hal yang wajar, namun harus diarahkan demi mencapai tujuan bersama.

“Saya ingin Kosgoro yang sudah baik ini memiliki jiwa besar. Silakan bertanding untuk kemudian bersanding. Harus ada kolaborasi dan kerja sama agar organisasi mampu mencapai tujuan yang lebih besar,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bahlil turut menyinggung kebijakan pemerintah terkait energi bersubsidi. Ia memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun elpiji subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Melalui keikutsertaan dalam Musyawarah Besar V Kosgoro 1957 ini, diharapkan dapat semakin memperkuat peran kader Kosgoro di daerah, dalam mendukung pembangunan daerah dan pengabdian kepada masyarakat.(red)