TERNATE – Dalam upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan kesehatan daerah yang lebih terarah, terukur, dan selaras dengan kebijakan nasional, Tim Pendamping Tata Kelola Program Kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga melaksanakan Workshop Analisis Situasi dan Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kota Ternate Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Ternate tersebut dihadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kota Ternate, para kepala bidang, pemegang program kesehatan, serta tim pendamping dari Universitas Airlangga. Yang berlangsung di Emirald Hotel, Kelurahan Santion Ternate, Selasa, (2/6/2026 ).
Workshop ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan yang akan menjadi pedoman pelaksanaan program dan kegiatan kesehatan pada tahun 2027.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Biro Perencanaan.
Menurutnya, penyusunan Renja bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi merupakan instrumen strategis yang menentukan arah pembangunan kesehatan daerah.
Oleh karena itu, penyusunan dokumen tersebut harus didasarkan pada analisis situasi yang komprehensif, data yang akurat, serta memperhatikan kebutuhan riil masyarakat dan tantangan kesehatan yang dihadapi daerah.
“Dokumen Renja menjadi dasar dalam merumuskan program dan kegiatan kesehatan yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Melalui pendampingan ini, kami berharap seluruh proses perencanaan dapat semakin berkualitas dan mampu menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat di Kota Ternate,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan institusi akademik dalam mendukung pembangunan kesehatan.
Kehadiran tim pendamping dari Universitas Airlangga diharapkan dapat memberikan masukan teknis dan metodologis sehingga dokumen perencanaan yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Sementara itu, Tim Pendamping dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga menjelaskan bahwa analisis situasi merupakan tahapan penting dalam penyusunan Renja karena menjadi dasar untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan kesehatan, menentukan prioritas program, serta merumuskan strategi intervensi yang tepat.
Melalui workshop ini, peserta melakukan telaah terhadap capaian indikator kesehatan, evaluasi pelaksanaan program sebelumnya, identifikasi isu-isu strategis kesehatan, hingga penyusunan rencana program dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.
Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan berbasis data dan bukti (evidence-based planning) agar hasil perencanaan lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kegiatan pendampingan ini juga menjadi momentum bagi Dinas Kesehatan Kota Ternate untuk memperkuat kapasitas perencanaan internal, meningkatkan koordinasi lintas program, serta memastikan bahwa seluruh kebijakan dan kegiatan yang direncanakan sejalan dengan target pembangunan kesehatan nasional maupun prioritas pembangunan daerah.
Dengan adanya pendampingan dari Universitas Airlangga, Dinas Kesehatan Kota Ternate optimistis dapat menghasilkan dokumen Rencana Kerja Tahun 2027 yang lebih berkualitas, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Ternate secara berkelanjutan.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola program kesehatan yang lebih baik, sehingga pembangunan sektor kesehatan di Kota Ternate dapat berjalan efektif, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.
Kegiatan Workshop Analisis Situasi dan Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kota Ternate Tahun 2027 ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor yang memiliki peran strategis dalam pembangunan kesehatan daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Kepala Dinas Sosial Kota Ternate, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Ternate, Ketua Tim Pendamping Tata Kelola Program Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Dr. Ernawaty, bersama anggota tim pendamping.
Turut hadir pula Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Ternate, para pejabat struktural Dinas Kesehatan Kota Ternate, Direktur RSUD Kota Ternate, para koordinator puskesmas se-Kota Ternate, Kepala UPTD Labkesmas Kota Ternate, Kepala UPTD IFK Kota Ternate, serta para pejabat fungsional di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Ternate.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung penyusunan perencanaan kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan dokumen Renja Dinas Kesehatan Kota Ternate Tahun 2027 dapat menjadi acuan pembangunan kesehatan yang lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat Kota Ternate. ( Barak)



















