TERNATE – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Ternate, Sabaria Umahuk, menegaskan bahwa program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dijalankan sekolah bersama mitra pendidikan diarahkan untuk menjangkau peserta didik yang mengalami keterbatasan akses pendidikan.
Dalam arahannya, Sabaria Umahuk menyampaikan bahwa target utama program tersebut adalah Anak Tidak Sekolah (ATS) dan murid yang berisiko putus sekolah akibat kendala sosial dan ekonomi.
“Program ini hadir untuk memastikan anak-anak yang terkendala biaya, akses, maupun kondisi keluarga tetap memperoleh hak pendidikan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan PJJ melalui sekolah mitra dan titik layanan juga ditujukan bagi peserta didik di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), kawasan perbatasan, daerah kepulauan, hingga wilayah yang belum memiliki infrastruktur sekolah menengah secara memadai.
Menurutnya, kondisi geografis di Maluku Utara menjadi salah satu tantangan utama dalam pemerataan layanan pendidikan sehingga diperlukan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel dan adaptif.
Selain itu, program PJJ juga memberikan ruang bagi murid dengan kondisi khusus yang membutuhkan fleksibilitas waktu dan tempat belajar, seperti atlet, pekerja seni, maupun anak-anak yang harus membantu pekerjaan keluarga.
“Mereka tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa harus meninggalkan aktivitas utama yang menjadi tanggung jawab atau kebutuhan mereka,” kata Sabaria.
Tidak hanya itu, layanan pendidikan jarak jauh juga diperuntukkan bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, khususnya anak-anak yang berada di wilayah yang sulit dijangkau layanan pendidikan setempat.
Pelayanan tersebut dilakukan melalui Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan penyesuaian waktu belajar sesuai kondisi dan perbedaan wilayah negara masing-masing.
Sabaria menambahkan bahwa seluruh pelaksanaan PJJ tetap mengacu pada standar asesmen dan kelulusan yang ditetapkan pemerintah, dengan pendampingan dari sekolah induk serta pengawasan Gugus Tugas Provinsi Maluku Utara.
Melalui program tersebut, SMA Negeri 1 Kota Ternate berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi, geografis, maupun kondisi sosial tertentu.(red/barak)














