HALMAHERA UTARA – Bergejolaknya tunggakan gaji tenaga kesehatan yang dilakukan oleh Managemen RSUD Tobelo, Halmahera Utara, membuat Bupati Piet Babua, harus turun tangan mengambil langka untuk selesaikan persoalan tersebut.
Bupati membenarkan hal tersebut, namun dirinya baru mengetahui terjadinya tunggakan pembayaran pada tenaga nakes saat memanggil para pihak menagemen RSUD Tobelo.
Bupati mengatakan, hutang yang dihadapi RSUD Tobelo cukup besar kepada pihak penyedia obat yang terbawah dari tahun lalu kurang lebih Rp.26 Milyar, sehingga pendapatan RSUD setiap tiap bulannya harus menutupi hutang 1 sampai 2 milyar.
Lanjut Bupati, setiap bulan pengeluaran lebih besar dari pendapatan, yakni pengeluaran operasional dan belanja obat- obatan. Untuk itu obat – obatan tidak lagi diberikan oleh penyedia karena harus bayar hutang, dan ini akibatnya maka gaji Nakes tidak cukup untuk membayar.
“Pendapatan RSUD setiap bulan dari 100 % itu di bagi 40 % untuk pembiayan pegawai, 60 % lagi untuk Operasional serta setoran cicilan untuk bayar hutang ke pihak penyedia obat,” bilang Bupati kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (30/6/2025).
Disampaikan Bupati, penyedia obat tidak lagi berikan obat, sehingga pihak RSUD harus membeli obat secara secara langsung dan setiap bulan bisa mencapai 2-3 milyar, jadi ini memang cukup berat.
“Maka masalah ini, mau siapa saja Direktur tetap tidak akan mampu karena beban hutang tadi itu, ” tambahnya.
Oleh sebab itu Pemerintahan Piet – Kasman harus mengintervensi masalah tersebut, sebab ini adalah Rumah Sakit Daerah, sehingga Bupati dan Wabup harus berani turun tangan segera menuntaskan masalah ini.
“Sekalipun, sebenarnya Pemerintah Daerah tidak bisa mengintervensinya kedalam. Pemda nantinya melakukan intervensi terhadap masalah RSUD, maka telah terbayar mulai dari bulan April – Mei sudah selesai, dan Pemerintahan Piet – Kasman tertunggak hanya di bulan Juni, sedangkan bulan Maret beberapa hari lalu saya sudah perintahkan untuk membayar,” tegas Bupati. (Jefry/rls)














