Saifuddin Djuba: Dari 6 Lokus, Pembangunan Daerah Irigasi Sudah Melebihi Target RPJMD

SOFIFI, JURNALONE.id – Kepala Dinas Perkerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Saifuddin Djuba mengungkapkan di Tahun 2022, ada enam lokus pembangunan yang menjadi target PUPR terus di kebut. Dari ke enam lokus tersebut sudah ada melebihi capaian target.

” Yang menjadi lokus Dinas PUPR Maluku Utara soal infrastrukur ada enam lokus, pertama terkait dengan daerah irigasi, dan saat ini sudah berada di kondisi 47,69 % dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024,” kata Saifuddin Djuba, kepada media usai upacara Hari Bakti PU di Kantor PUPR Malut di Sofifi, Senin (5/12/22).

Lebih lanjut dijelaskan Saifuddin, untuk enam lokus pembanguan yaitu , pembangunan kawasan daerah Irigasi, kebutuhan air bersih, sanitasi, pemantapan jalan provinsi, tata ruang, dan tenaga ahli dan terampil.

Dari ke enam lokus itu, pekerjaan daerah irigasi sendiri sudah melebihi target sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024 yang dilakukan dinas PUPR Malut di Tahun 2022 ini. Bahkan diperkirakan hingga diakhir Tahun 2024 bisa mencapai target 50%, target tersebut sangat luar biasa.

” Irigasi itu sudah diangka 45 %, dan ini sudah melebihi target sehingga jika sampai 2024 bisa saja sampai diangka 50% ini luar biasa,” ungkap Saifuddin.

Sementara terkait air bersih khusunya di Sofifi yang sering menjadi keluhan masyarakat tentu menjadi perhatian PUPR. Kedepanya PUPR akan dilakukan pembenahan secara menyeluruh yang harus ditangani.

” terkait dengan air minum yang menjadi kebutuhan yang sangat penting sekali terutama di Sofifi ini, yang setiap saat menjadi keluhan kita akan tetap sport dan 2023 kita akan merefitalisasi kembali jaringan pipa di kota Sofifi,” ungkap Saifuddin.

Bahkan kata Saifuddin, air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, PUPR Maluku Utara bakal mendorong satu lembaga agar fokus untuk menangani tentang kebutuhan air bersih, terutama di dua daerah yakni Tidore Kepulauan dan Halmahera Barat.

” di tahun depan juga kami akan membuat sebuah lembaga yang akan mengurus air minum tidak lagi harus Dinas PUPR. Sementara kami lagi mengupayakan membuat sebuah lembaga itu sehingga memiliki kewenagan untuk menangani air bersih, kita harapkan dukungan semua komponen terutama di Tidore dan Halbar agar kebutuhan air bersih bisa terpenuhi, terutama Sofifi dan sekitarnya,” ucapnya.(red/SMG)