Jelang Akhir Tahun, Pemkot Ternate Gelar Apel Siaga Bencana

TERNATE, JURNALONE.id – Sebagai bentuk langkah antisipasi terhadap bencana alam seiring cuaca yang tidak menentu jelang akhir tahun 2022, Pemerintah kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, menggelar Apel Kesiapsiagaan Darurat Bencana Hidrometerologi di Wilayah Kota Ternate, kegiatan berlangsung di lapangan Ngara Lama Keluarah Salero, Kecamatan Ternate Utara, Kamis (17/11).

Walikota Ternate, M Tauhid Soleman sebagai pembina apel kesiapsiagaan, didampigi Forkompimda serta dari Balai Kementerian PU melakukan pengecekan pasukan apel dan pemberian ropi Tim Reaksi Cepat (TRC) kepada perwakilan masing-masing unsur yang terlibat dalam apel tersebut.

Walikota menungkapkan langkah kesiapsiagaan dilakukan Pemkot dikarekan pada akhir tahun wilayah kota Ternate sering dilanca bencana alam, sehingga pemkot Ternate sudah seharunya siap mengadapi situasi kemungkian terjadi.

” Diakhir tahun cuaca sering berubah-rubah apakah itu gelombang laut atau curah hujan, bagaimana membanguan kesadaran disemua pihak untuk betul-betul tangguh dan sadar akan terjadinya bencana,” kata M. Tauhid Soleman kepada BT.

Orang nomor satu di kota Ternate itu berharap, pemerintah dan semua petugas gelar apel kesiapsiagaan agar terus mengsosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengetahui apa langkah-langkah yang dilakukan jika terjadi bencana alam.

“ Ada 4 poin yang harus dikenali adalah, kenali bencana, tau tempat evakuasi, masyarakat bisa bersama-sama apa langkah-langkah yang dilakukan jika terjadi bencana. Saya pikir ini sebuah keharusan sekaligus iktiar dari pemerintah daerah bagaimana memberikan edukasi kepada masyarakat upaca-upaya untuk penggulangan bencana,” ungkap Walikota.

Sementara itu Koordinator Bidang Data dan Informasi Prakiraan Cuaca BMKG Babullah Ternate, Setiawan Sri Rahardjo mejelaskan, wilayah Maluku Utara masih terkena dampak Lanina sejak 3 tahun terakhi dan diperkirakan masih terjadi hingga 2024 mendatang.

“ Kejadian lanina ini menyebabkan sebagaian besar wilayah Maluku Utara belum juga memasuki musim kemarau hampir 46 persen, sedangkan 54 persen wilayah Maluku Utara memasuki musim kemarau namun hanya singkat saja,” kata Setiawan Sri Rahardjo.

Kondisi wilayah Maluku Utara masih berdampak cuaca curah hujan yang lebat di beberapa wilayah seperti Ternate, Tidore, Halmahera Barat, Halmahera Timur dan Tobelo. Warga dihimbau waspada terutama darea pegunugan yang bisa terjadi hujan lebat di pucak gunung dan terjadi ancaman masyarakat seperti longsor dan bajir.

“ Curah hujan yang cukup lebat di beberapa wilayah di Maluku Utara, terutama yang perlu diantisipasi di wilayah pegunungan yang bisa menjadi jebakan terhadap masyarakat di wilayah daratan atau lembah hujan ringan atau sedang dan hujan lebat diatas pegunungan, karena kondisi wilayah di Maluku utara banyak kali-kali mati yang harus diwapadai oleh masyarakat karena bisa terjadi longsor dan banjir,” ucapnya.(red/SMG)