TERNATE — Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Dr. Adnan Mahmud, S.Ag., M.A., mengungkapkan sejumlah strategi pengembangan akademik dan kelembagaan yang tengah disiapkan untuk memperkuat institusi sekaligus menjawab tantangan kekurangan jumlah mahasiswa.
Hal tersebut disampaikan Adnan usai pelaksanaan Sidang Terbuka Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate dan Wisuda Sarjana serta Pascasarjana. Saat di temui awak media di ruang kerjanya, Minggu (06/09/2026).
Ia mengatakan, salah satu langkah yang saat ini telah berjalan adalah program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut menjadi salah satu skema yang ditempuh IAIN Ternate untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan jumlah mahasiswa.
“Yang jalan sekarang itu adalah RPL, Rekognisi Pembelajaran Lampau, untuk bagaimana menutupi kekurangan mahasiswa tadi,” ujar Adnan.
Menurutnya, terdapat dua skema utama yang tengah dilakukan IAIN Ternate. Selain RPL, kampus juga menyiapkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Untuk PSDKU, IAIN Ternate berencana membuka program tersebut di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Selatan.
Dukungan dari pemerintah daerah, kata Adnan, sejauh ini telah diperoleh dan pihak kampus tinggal melakukan finalisasi sebelum pengajuan disampaikan kepada Kementerian Agama.
“Dukungan dari pemerintah daerah kami sudah dapatkan, tinggal finalisasi untuk diajukan ke Kementerian Agama,” katanya.
Adnan menjelaskan, pembukaan PSDKU memiliki sejumlah persyaratan, salah satunya program studi yang dibuka harus berasal dari program studi yang telah berstatus unggul.
Selain itu, aspek ketersediaan dosen juga menjadi persyaratan penting. Untuk satu program studi dalam skema PSDKU, harus tersedia lima dosen dengan status homebase pada program studi tersebut.
“Misalnya kami buka PAI di Bacan, maka harus ada dosen yang ber-KTP Bacan dua orang minimal dan tiga dosen dari kampus induk di sini,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara administratif persiapan PSDKU tersebut telah diselesaikan. Namun, pihak kampus masih perlu mengejar kesiapan sarana dan prasarana yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah.
Untuk Halmahera Selatan, IAIN Ternate telah mengajukan nota kesepahaman atau MoU.
Sementara untuk Halmahera Timur, komunikasi dengan pemerintah daerah juga telah dimatangkan, termasuk penunjukan person in charge (PIC) yang akan melakukan pembahasan teknis.
Di sisi lain, Rektor juga menyinggung pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses pembelajaran di lingkungan IAIN Ternate.
Ia menyebut pemanfaatan teknologi masih perlu terus didorong agar anggaran yang telah dikeluarkan kampus dapat memberikan manfaat maksimal bagi mahasiswa.
“Kalau ini kami dorong, maksimalkan yang kami sudah keluarkan anggaran itu. Karena manfaatnya adalah untuk anak-anak kami sendiri dalam pembelajaran,” ungkapnya.
Ia berharap berbagai program pengembangan tersebut dapat menjadi pemacu peningkatan kualitas akademik sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus meningkatkan prestasi.
Dalam kesempatan tersebut, Adnan juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan dan mengikuti prosesi wisuda.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan, jumlah lulusan yang mengikuti prosesi wisuda dari jenjang S1 dan S2 mencapai 523 orang. (Barak)



















